<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635</id><updated>2012-01-15T18:05:50.506+07:00</updated><title type='text'>AYAHNYA ARA</title><subtitle type='html'>Notes of my life as a father, a husband and a human being</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1277694170527311470</id><published>2012-01-02T13:29:00.003+07:00</published><updated>2012-01-02T13:37:46.208+07:00</updated><title type='text'>Liburan Akhir Tahun 2011</title><content type='html'>Liburan berawal pada tanggal 24 Desember 2011, ketika Ara menerima raport semester ganjil tahun ajaran 2011/2012. Alhamdulillah … Ara kembali berhasil mencapai hasil terbaik untuk semester ini, meskipun ada penurunan untuk bidang studi Matematika. Biar begitu, nilai rata-rata Ara masih yang tertinggi di kelasnya. Gak ada yang lebih membahagiakan dan membanggakan buat kami berdua selain prestasi terbaik Ara … Sebagai reward atas keberhasilannya, Ara memilih untuk ditraktir makan di Pizza Hut, dan kami pun segera berangkat ke Buaran Plaza untuk memenuhi permintaan si anak hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain minta ditraktir di Pizza Hut, Ara punya satu permintaan lagi. “Ma, Ara udah tau apa yang Ara mau buat hadiah Ara: Ara mau difoto pake baju princess di MoI, abis itu main sampe puas di Fun World …” kata Ara ke mamanya. Langsung aja kita bilang oke ke Ara dan mengatur jadwal kapan kita bisa ke MoI untuk memenuhi permintaannya. Karena ada sedikit urusan yang harus diselesaikan, kami akhirnya pergi ke MoI pada hari Rabu, 28 Desember 2011. Dan seperti yang direncanakan dari rumah, begitu sampai di MoI hal pertama yang kami lakukan adalah pergi ke tempat foto berkostum. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ara difoto dengan memakai gaun Snow White ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nedXpg0kaEg/TwFP1DOH-FI/AAAAAAAAANw/gjv_R2zimDo/s1600/20111228_002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nedXpg0kaEg/TwFP1DOH-FI/AAAAAAAAANw/gjv_R2zimDo/s320/20111228_002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692919176789227602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan selanjutnya adalah restoran Wendy’s untuk makan siang dengan ayam goreng kesukaan Ara (salah satu waiter-nya bahkan udah hafal wajah gue, mungkin karena kelewat sering mampir di situ … hahahaha …) Baru setelah itu kita bolehin Ara untuk mulai bersenang-senang di Fun World. Ara pun dengan gembira ria menikmati setiap wahana yang disinggahi. Meski cape’ mengikuti Ara berpindah dari satu wahana ke wahana lain, kami gak pernah berhenti tersenyum melihat Ara yang begitu having fun di Fun World … (dia bahkan berlari sambil menari-nari setiap kali menuju wahana berikutnya …)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 2.30 dan saldo yang emang gak cukup untuk naik ke satu wahana lagi, akhirnya kita bilang ke Ara bahwa waktunya bermain sudah harus berakhir dan kami pun berpindah ke toko buku Gramedia. Sebenernya sih itu acaranya Tia, tapi waktu ke kasir untuk bayar belanjaan, ternyata belanjaan Ara jauh lebih banyak dari mamanya … hahaha … Untung deh Ara ternyata pecinta buku juga kayak ayah dan mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai belanja, kita pun berangkat pulang dengan sedan tua kesayangan kami. Sambil bersender ke mamanya sebelum terlelap karena kecapean, Ara sempat bilang ke mamanya, “Ma … Hari ini Ara puaaaaaaas banget …” Ah, buat kami berdua gak ada reward yang lebih berharga dari ucapan kamu itu, nak … Terima kasih buat kerja keras dan prestasi kamu di sekolah, semoga semester depan ayah dan mama bisa kasih yang lebih memuaskan buat kamu ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir tahun 2011, kami bertiga menginap di Depok dalam rangka peringatan satu tahun meninggalnya Babeh. Gue dan kakak-kakak serta abang-abang gue sepakat buat ngadain acara sedekahan di rumah Babeh yang ada di Depok sambil menggelar acara syukuran kepindahan kakak gue yang menempati rumah itu. Alhamdulillah … acara yang kami gelar berjalan lancar dan tamu yang datang jumlahnya lebih besar dari yang diperkirakan. Selesai acara itu, gue dan Tia membujuk Ara dan Alif, kakak sepupunya, untuk tidur dan berjanji untuk membangunkan mereka sebelom acara pergantian tahun dimulai. Ara sangat menantikan acara itu, bahkan kami sempat membeli beberapa buah kembang api dan terompet tahun baru sebelum berangkat ke Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 11.30, gue bangunin mereka dengan meniup terompet kenceng-kenceng dan mereka dengan semnagat bangkit dari tempat tidur. Sambil menunggu jam 12.00, Ara dan Alif gak henti-henti meniup terompet untuk membangunkan kakak-kakak sepupu mereka yang masih tidur (dan kabur tunggang-langgang sambil tertawa cekikikan sehabis meniup terompet buat mengganggu yang masih tidur …). Tepat jam 12.00, Ara dengan takzim menyaksikan kembang api yang disulut abang-abang sepupunya dan juga warga sekitar sambil menikmati jagung bakar (“Jagungnya asin banget nih, kak” Ara protes ke kakak sepupunya yang bertugas mengoleskan margarin ke jagung yang lagi dibakar …). Setelah pesta kembang api selesai, Ara dan Alif kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hgr48iX44wg/TwFP1biSePI/AAAAAAAAAN8/navIXU8gXVY/s1600/20111231_004.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hgr48iX44wg/TwFP1biSePI/AAAAAAAAAN8/navIXU8gXVY/s320/20111231_004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692919183316252914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, sebelum berangkat pulang, kami sempat pergi ke Pasar Pesona yang digelar di sepanjang Jalan Juanda. Ara dan Alif cuma beli kacamata hitam “cengdem” (goceng adem), meski sebenernya ada banyak barang dagangan yang mereka tunjuk minta dibeliin … Gak lama setelah itu, kita bertiga pun pulang ke Pondok Kelapa … Liburan murah meriah buat Ara tahun ini (mengingat kami sedang membangun rumah impian di BillyMoon yang butuh dana gak sedikit …) Mudah-mudahan tahun depan kita bisa bikin pesta tahun baru yang lebih meriah ya, nak … Di rumah baru kita tentunya ….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1277694170527311470?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1277694170527311470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1277694170527311470' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1277694170527311470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1277694170527311470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2012/01/liburan-akhir-tahun-2011.html' title='Liburan Akhir Tahun 2011'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nedXpg0kaEg/TwFP1DOH-FI/AAAAAAAAANw/gjv_R2zimDo/s72-c/20111228_002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1069616845152746167</id><published>2010-05-03T21:05:00.004+07:00</published><updated>2010-05-03T21:19:02.693+07:00</updated><title type='text'>Enam Tahun Telah Berlalu …</title><content type='html'>Time flies … Cepat sekali waktu berlalu tanpa kita sadari. Bayi yang lahir enam tahun lalu itu kini sudah tumbuh besar, cantik dan pintar. Yah, tahun ini Ara genap berumur enam tahun. Sebentar lagi dia akan menyelesaikan pendidikannya di TK dan memasuki jenjang pendidikan formal pertamanya di tingkat dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merayakan HUT Ara tahu ini, ada beberapa kegiatan yang kami lakukan bersama-sama. Kegiatan pertama adalah nonton pertunjukan “Disney on Ice” di Istora Senayan pada tanggal 17 April 2010. Agak jauh emang dari tanggal lahir Ara, tapi anggap aja sebagai early birthday present buat dia. Setelah menelusuri dunia maya untuk mencari informasi tentang pertunjukan ini, akhirnya gue dapet juga 3 tiket dari RajaKarcis. Sengaja pilih tiket tribun yang paling murah, mengingat ini adalah kali pertama Ara nonton live show kaya begini (kalo gw beli yg silver atao gold dan ternyata anaknya gak enjoy dan minta pulang cepet kan bisa rugi bandar, hehehe …). Tapi, Alhamdulillah, kita bisa dapet spot yang lumayan enak, bahkan bersebelahan dengan orang-orang yang masuk pake tiket gold … Dan yang paling mengesankan, ternyata Ara enjoy banget dan antusias mengikuti jalannya pertunjukan, termasuk berteriak dan bertepuk tangan riuh saat penari-penari di panggung selesai menunjukkan kebolehan mereka. Mudah-mudahan pertunjukan itu bisa menjadi kenangan yang gak terlupakan buat Ara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97bJZELbOI/AAAAAAAAALg/GjAj_489Z_s/s1600/disney+on+ice1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97bJZELbOI/AAAAAAAAALg/GjAj_489Z_s/s400/disney+on+ice1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467047952068078818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari H, gue dan Tia bertanya ke Ara tentang kue ulang tahun yang dia mauin. Ternyata anak seumur Ara gak mengerti konsep “atau” (hehehehe …) Ketika ditanya mau kue coklat atau vanilla atau strawberry, dengan senyum ear-to-ear Ara menjawab, “I want a vanilla and chocolate cake with strawberries on top!” Huaaaa !!! Setelah tanya kiri-kanan, timbang sana, timbang sini, akhirnya kita teepon Harvest untuk mesen kue ultah buat Ara, mostly karena mereka mau susah-susah nganter dari Senopati ke Billy&amp;Moon (gak kebayang kalo gue dan Tia harus berkendara sendiri ke sana di tengah teriknya sinar matahari ….). Gue juga nyempetin buat beli satu pak lilin ultah di Giant (yang secara gak sengaja ternyata magic candle yang gak bakalan mati biar ditiup sampe monyong juga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97Z_7-GRsI/AAAAAAAAALQ/lsp9uwzngBI/s1600/6th+birthday.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97Z_7-GRsI/AAAAAAAAALQ/lsp9uwzngBI/s400/6th+birthday.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467046690127496898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari H-nya, Ara kita bangunin dengan peluk dan cium, dengan diseling telepon dari sodara-sodara untuk ngucapin selamat ulang tahun. Ara gue gendong keluar dan … SURPRISE !!! Di meja tengah sudah ada sebuah kue ulang tahun lengkap dengan enam batang lilin. Walau cuma ada kita bertiga aja pagi itu, rumah terasa meriah, khususnya pada saat Ara berusaha meniup lilin-lilin jail yang gak mau mati itu … Kebetuan hari itu sekolah Ara diliburin karena pada hari sebelumnya siswa-siswa dan guru-gurunya semua berbondong-bondong ke Taman Mini untuk ikut serta dalam acara lomba antar TK se-Kecamatan Duren Sawit. Pagi itu Ara sarapan sepotong kue ulang tahunnya dan dengan ceria bermain sepeda di depan rumah. Siangnya, setelah gue selesai sholat Jum’at, kita bertiga pergi makan siang di luar (dengan menu pilihan dia yang udah pasti gampang ditebak: either KFC or McD, hehehehe …). Makan siang murah meriah tapi tak terbanding nikmatnya karena Ara begitu lahap menyantap makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan terakhir dalam rangkaian perayaan HUT Ara adalah pergi berwisata ke Taman Safari (itu juga last minute change of plan, karena awalnya dia minta diajak berenang seharian di Atlantis). Dengan mengendarai sedan tua yang setia menemani kami selalu, kami pun berangkat pagi-pagi untuk menghindari kemacetan. Ternyata jalanan pagi itu sedikit luar biasa karena meski baru jam 8 kurang, ternyata ada banyak mobil berplat B yang punya rencana dengan kami untuk pergi ke Cisarua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Taman Safari, yang merupakan kunjungan pertama buat Ara, kita pun mulai bersafari mengelilingi taman dan menikmati keberadaan hewan-hewan langka di sana. Dengan antusias Ara berpindah dari jendela kiri ke jendela kanan untuk melihat dengan jelas binatang-binatang yang bergerak bebas di luar kendaraan. Selesai berkeliling, kita bertiga masuk ke Baby Zoo untuk melihat koleksi burung dan binatang eksotis di sana. Ara sempat member makan seekor burung nuri yang bertengger di hand-railing, meski agak takut. Ketika diajak berfoto bersama bayi-bayi binatang, Ara cuma berani berfoto bareng si Muti, anak orangutan yang lucu. Dan selesai makan siang, lagi-lagi ayam goreng, kita pun bergegas pulang … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97ahHGZQiI/AAAAAAAAALY/VityWUj-_D0/s1600/Safari5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97ahHGZQiI/AAAAAAAAALY/VityWUj-_D0/s400/Safari5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467047260050768418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada pesta kali ini untuk ultah Ara. Mudah-mudahan semuanya menjadi kenangan yang indah buat dia …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1069616845152746167?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1069616845152746167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1069616845152746167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1069616845152746167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1069616845152746167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2010/05/enam-tahun-telah-berlalu.html' title='Enam Tahun Telah Berlalu …'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/S97bJZELbOI/AAAAAAAAALg/GjAj_489Z_s/s72-c/disney+on+ice1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-4310847862745536314</id><published>2009-06-13T12:40:00.004+07:00</published><updated>2009-06-13T12:50:04.894+07:00</updated><title type='text'>The End of Kindergarten 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SjM8PvLZGVI/AAAAAAAAAKg/XAppabTpZxY/s1600-h/P130609_11.53%5B01%5D.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SjM8PvLZGVI/AAAAAAAAAKg/XAppabTpZxY/s400/P130609_11.53%5B01%5D.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346683423678863698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak terasa sudah setahun Ara bersekolah di Embun Pagi International Islamic School. Begitu banyak perkembangan yang diraih Ara selama dia belajar pada semua guru di sekolahnya, khususnya Ms. Balqis dan Ms. Meilan yang menjadi guru kelas Ara di K1B. Ara yang semula manja telah bertansformasi menjadi anak yang percaya diri, mampu bersosialisasi, mampu berekspresi, berkarya dan, yang paling penting, beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Ara menerima rapot semester 2. Berbunga-bunga hati kami mendengar penjelasan Ms. Balqis dan Ms. Meilan tentang perkembangan Ara yang cukup pesat. Dengan bimbingan mereka, Ara sudah bisa mengatasi semua kekurangan yang teridentifikasi pada semester 1. Sebagai satu-satunya anak di rumah, kami khawatir Ara akan bermasalah dalam bersosialisasi. Namun, betapa terkejutnya kami ternyata kekhawatiran kami tidak terbukti selama Ara bersekolah di TK Embun Pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada anak-anak yang tidak excited setiap kali harus berangkat sekolah, Ara justru menunjukkan sikap yang sebaliknya. Dia selalu tidak sabar untuk segera bertemu dengan guru-guru dan teman-temannya. Kami gak pernah mengalami kesulitan untuk membangunkan Ara di pagi hari untuk bersekolah, karena most of the time Ara sudah terjaga dari tidurnya. Ara begitu menikmati hari-harinya di sekolah. Semua orang di Embun Pagi telah berhasil membuat suasana belajar yang begitu fun and enjoyable buat Ara, sehingga dia tidak mau terlambat datang so that she would not miss any fun there. Kayaknya, kami akan kesulitan untuk menenangkan Ara selama liburan panjang ini untuk bersabar menunggu sampai waktunya masuk sekolah lagi dan bertemu dengan semua miss dan uncle di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis lalu (11/6/09), dalam acara Year End Concert di Teater Perwayangan TMII, kami mendapat sebuah kejutan yang tidak terkira. Di penghujung acara, ada pengumuman siswa-siswa terbaik dari semua kelas dan Ara adalah siswa terbaik untuk kelas Kindergarten 1 B. Ini benar-benar di luar perkiraan kami. Ara ternyata dapat mencapai lebih dari yang kami harapkan. Dan lucunya, pada saat dia dipanggil untuk naik ke atas panggung untuk menerima trofi, Ara ternyata menyangka dia akan disuruh menyanyi … Ah, dasar bocah nakal …. We love you soooo much, nak … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We would like to express our sincerest gratitude and appreciation to Ara’s teachers at Embun Pagi for everything that you have done for our little girl … You guys are the greatest !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SjM9dP8CYDI/AAAAAAAAAKo/YY_pkqrCgmg/s1600-h/P110609_14.42.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SjM9dP8CYDI/AAAAAAAAAKo/YY_pkqrCgmg/s400/P110609_14.42.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346684755322757170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-4310847862745536314?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/4310847862745536314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=4310847862745536314' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4310847862745536314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4310847862745536314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2009/06/end-of-kindergarten-1.html' title='The End of Kindergarten 1'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SjM8PvLZGVI/AAAAAAAAAKg/XAppabTpZxY/s72-c/P130609_11.53%5B01%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-2489715182532395820</id><published>2009-05-31T09:47:00.002+07:00</published><updated>2009-05-31T09:55:18.480+07:00</updated><title type='text'>30 April 2009</title><content type='html'>Tahun ini Ara genap berumur lima tahun. Karena satu dan lain hal, gue dan Tia akhirnya memutuskan untuk tidak merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, termasuk merayakannya bersama teman-teman sekelas Ara. Tapi, mengingat ada peraturan di sekolah Ara yang tidak membolehkan siswa untuk merayakan ulang tahun di sekolah (yang ternyata gak sepenuhnya ditaatin), akhirnya kita memilih merayakannya di rumah aja bersama orang-orang serumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi, Ara kita bangunin dengan ciuman selamat ulang tahun. Walau sedikit mengantuk, Ara menyambutnya dengan senyuman dan minta ganti baju dengan baju baru kesayangannya. Begitu dia siap, gue dan Tia mengeluarkan kue ulang tahun yang kita pesen dari Eyang Maryadi sesuai dengan keinginan Ara: PINK. Prosesi ulang tahun sebagaimana layaknya dilakukan anak-anak pun dijalanin Ara sambil setengah mengantuk. Karena itu hari sekolah, Ara pun harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu gw gak masuk kerja karena agak kurang sehat. Setelah Ara berangkat sekolah, gue habiskan waktu buat kembali tidur setelah minum obat dengan harapan bisa menjemput Ara pulang sekolah dan langsung pergi ke toko mainan untuk membeli hadiah ulang tahun buat Ara. Sampai pada waktunya, gue pergi ke sekolah untuk menjemput Ara. Namun di sana gue mendapat “kejutan” karena ternyata ada teman sekelas Ara yang merayakan ulang tahun di sekolah. Ah, sudahlah … Gue udah tumpahin unek-unek gue lewat sebuah “note” di FB, jadi gak usah gue ulang di sini …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Buaran Plaza, kita berhenti sebentar di KFC karena perut udah lapar banget. Begitu kelar makan, Ara langsung mita pergi ke toko mainan dan minta dibeliin sebuah laptop mainan berwarna pink. Laptop itu udah jadi “mainan impian” Ara sejak sebulan sebelumnya. Sekali waktu kita pernah mampir ke toko mainan itu dan Ara meihat dan meminta dibeliin, tapi kita janji akan beliin dia laptop mainan itu pada hari ulang tahunnya. Sebuah janji sudah terbayar lunas hari itu ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan Ara lainnya terkait dengan ulang tahunnya adalah pergi berenang ke Ancol dan melihat ikan di Seaworld. Maka pagi-pagi sekali pada hari Minggu, kita berangkat ke Ancol dan bersiap untuk berenang. Dasar rezekinya Ara, ternyata setiap hari Minggu Ancol punya acara “Sunday Market”, jadi tiket masuk gerbangnya jadi lebih murah dan ada voucher potongan harga untuk masuk ke kolam renang Atlantis. Jadilah kita bertiga masuk dan berenang sepuas hati dengan hanya menghabiskan separuh dari dana yang sudah kita anggarin. Karena berenang adalah agenda utama kita hari itu, maka kita pun menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya untuk bermain air di semua kolam yang ada di Atlantis. Ara bersenang-senang dengan semua slide yang ada di sana (yang buat anak-anak aja tentunya), hanya diseling dengan semangkuk Pop Mie hangat ketika perut mulai terasa lapar. Ah, benar-benar hari yang indah …. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas bermain air, dan memang hari juga sudah siang dengan matahari yang sudah terasa menyengat di kulit, kami pun mengakhiri keriaan di dalam air hari itu untuk segera bilas dan ganti pakaian. Nasi goreng dengan telur ceplok menjadi menu makan siang kami hari itu. Tujuan berikutnya adalah Seaworld. Ara sebenarnya udah pernah kami ajak ke Seaworld, namun mungkin karena dia masih terlalu kecil, satu-satunya hal yang dia ingat adalah bahwa tangannya distempel di pintu masuk … hehehehe …. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami masuk, ternyata waktunya bersamaan dengan waktu pertunjukan di mana beberapa penyelam memberi makan kepada semua mahluk laut yang ada di sana. Pengunjung pun berdesakan di depan akuarium utama. Ara pun dengan pedenya minta ijin untuk maju ke depan dan duduk di pelataran di depan akuarium itu bersama anak-anak lain. Di situ keliatan deh bahwa Ara anak Embun Pagi karena, meski gak ada satu pun yang dia kenal di situ, dia dengan mudahnya “blend-in with the crowd” dan beberapa kali mengacungkan jari untuk menjawab pertanyaan atau berteriak bareng-bareng anak-anak lain menyahuti pertanyaan si pembawa acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas berkeliling Seaworld dan mengagumi semua jenis makhluk laut yang ada, kita pun bersiap pulang. Ara minta digendong karena sudah kecapekan untuk berjalan sendiri ke tempat parkir. Ara pun tertidur di pangkuan gue di sepanjang jalan menuju rumah …. Meski harus keluar uang rada banyak hari itu, gue bener-bener puas .. Senyum bahagia di wajah orang yang paling kita saying emang gak terkira nilainya … Happy birthday, my angel ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw9U4NAGI/AAAAAAAAAKY/495oGNhKfbk/s1600-h/seaworld.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw9U4NAGI/AAAAAAAAAKY/495oGNhKfbk/s400/seaworld.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341815569405247586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw9CMJKRI/AAAAAAAAAKQ/hT4JNHhUIp4/s1600-h/P030509_11.46%5B01%5D.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw9CMJKRI/AAAAAAAAAKQ/hT4JNHhUIp4/s400/P030509_11.46%5B01%5D.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341815564388608274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw8y2RsEI/AAAAAAAAAKI/Qql9fzlYbdg/s1600-h/P300409_17.21.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw8y2RsEI/AAAAAAAAAKI/Qql9fzlYbdg/s400/P300409_17.21.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341815560270360642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw8hQTGzI/AAAAAAAAAKA/yYt7MtP1DS0/s1600-h/P300409_06.22%5B01%5D.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw8hQTGzI/AAAAAAAAAKA/yYt7MtP1DS0/s400/P300409_06.22%5B01%5D.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341815555547667250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-2489715182532395820?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/2489715182532395820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=2489715182532395820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/2489715182532395820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/2489715182532395820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2009/05/30-april-2009.html' title='30 April 2009'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SiHw9U4NAGI/AAAAAAAAAKY/495oGNhKfbk/s72-c/seaworld.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-8445757017861183763</id><published>2009-04-30T23:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-30T23:23:54.412+07:00</updated><title type='text'>Playing By The Rule? NOT</title><content type='html'>Hari ini Ara berulang tahun yang ke-5. Entah kenapa, di hari yang spesial ini gue di-plot Tuhan untuk sakit sehingga gue gak bisa masuk kerja (mungkin karena akumulasi kelelahan setelah beberapa minggu belakangan ini gue bahkan harus melanjutkan bekerja di rumah sampai malam bahkan di akhir pekan). Mengingat hari ini adalah hari istimewa buat Ara, gue mau bikin dia seneng dengan menjemput dia dari sekolah. Gue udah ngebayangin betapa dia akan kaget karena yang menjemput dia di depan gerbang bukan mamanya seperti biasanya tapi hari ini gue yang jemput. Indahnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata justru gue yang mendapat surprise hari ini. Ketika gue mengambil tangan Ara dari gurunya di pintu gerbang, gue liat Ara menenteng gelas cola dari McD. Dari gurunya Ara gue dapet penjelasan bahwa hari itu ada temen Ara yang berulang tahun dan membagi-bagikan paket makanan dari McD ke kawan-kawan sekelasnya. Entah ada yang notice ato gak ekspresi di wajah gue pas dapet informasi itu. Terus terang gue kaget banget! Bukan kenapa-kenapa, setau gue dan sesuai yang tertulis di buku Parents’ Handbook yang dibagiin sekolah ke semua orang tua murid, sekolahnya Ara melarang perayaan ulang tahun di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa definisi “perayaan” menurut manajemen sekolah Ara. Tapi, menurut gue, bagi-bagi happy meal ke temen-temen satu kelas pada jam sekolah itu termasuk “perayaan”, meski gak pake acara tiup lilin ato potong kue tart. Gue juga gak pernah mendapat pemberitahuan tentang adanya perubahan terhadap aturan tentang ulang tahun yang tertulis di parents’ handbook. Apakah gue yang salah memahami aturan itu sehingga gue mencoret opsi perayaan ulang tahun di sekolah meskipun kakak-kakak gue, yang juga bekerja sebagai manajemen di sebuah sekolah di Jl, Rasuna Said Kuningan, menganjurkan gue buat mesen paket McD buat dibawain ke sekolah dan dibagiin ke temen-temen sekelasnya Ara. Yang gue tahu dan gue usahain buat gue patuhin, ulang tahun gak boleh dirayain di sekolah TITIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini gak akan jadi masalah besar bagi gue kalo yang berulang tahun pada hari ini cuma anak baik hati yang bagi-bagi happy meal di kelasnya Ara. Tapi hari ini juga hari ulang tahun Ara, yang karena orang tuanya berusaha memberi contoh untuk mematuhi peraturan sekolah, gak bagi-bagi apa-apa ke teman-temannya. (Gue bahkan melarang Ara untuk membahas apa pun yang terkait dengan rencana perayaan ulang tahunnya dengan teman-teman di sekolahnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita bareng-bareng coba tempatkan diri kita di posisi seorang bocah berumur lima tahun yang sedang berulang tahun berbarengan dengan teman sekelasnya, TAPIIIIII … temannya itu bagi-bagi makanan sedang dia gak … Gue bukan ahli psikologi anak dan gak pernah belajar psikologi anak, tapi gue yakin seyakin-yakinnya bahwa situasi itu bener-bener gak sehat buat bocah seumur Ara. Dia jadi merasa terbanding dengan si teman yang baik hati itu. Dan gue tau, itu bukan pengalaman yang mengenakkan … especially for a five-year-old …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-8445757017861183763?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/8445757017861183763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=8445757017861183763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/8445757017861183763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/8445757017861183763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2009/04/playing-by-rule-not.html' title='Playing By The Rule? NOT'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1655185665553914956</id><published>2009-03-17T13:09:00.003+07:00</published><updated>2009-03-17T13:18:39.930+07:00</updated><title type='text'>Ara Juara !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Sb8_6aR7z9I/AAAAAAAAAJw/NppxtLxeMo0/s1600-h/Medali"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Sb8_6aR7z9I/AAAAAAAAAJw/NppxtLxeMo0/s400/Medali" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314036358039982034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu lalu, Ara ikut berpartisipasi dalam sebuah lomba renang di sekolahnya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Embun Pagi Islamic International School. &lt;/span&gt;Mengingat kemampuan Ara berenang yang belum seberapa, gue dan Tia sepakat bahwa cuma ada satu nomor lomba yang mungkin bisa diikutin oleh Ara. Jadilah kita isi di formulirnya: Lomba Mengambil Koin. Yup! Lomba ini mengharuskan pesertanya untuk menyelam sebentar untuk memungut koin dari dasar kolam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak malam sebelum tidur, Ara udah antusias banget dengan lomba yang akan dia ikutin itu. Dia pun sibuk melatih cara bagaimana mengambil koin dari dasar kolam. Jangan kira dia latihan di dalam kolam, karena kita gak punya kolam renang. Ara cuma pura-pura aja ada di dalam kolam dan berakting solah-olah dia ada di dalam air untuk jongkok memungut koin. Dengan senyum masih mengembang di wajahnya sambil membayangkan apa yang akan terjadi pagi harinya dalam lomba di sekolahnya, Ara pun naik ke tempat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, Ara bangun masih dengan antusiasmenya untuk berlomba. Setelah mandi dan sarapan, Ara pun bersiap untuk berangkat ke sekolah. Sesampai di sekolah, Ara mendaftar ulang untuk jenis lomba yang akan diikuti seperti yang diminta panitia pelaksana. Acara berikutnya adalah seremoni pembukaan, termasuk sambutan-sambutan, yang kemudian dilanjutkan dengan persiapan lomba. Para peserta dipanggil satu per satu untuk duduk di kursi yang telah disiapkan, sedang yang lainnya berdiri berbaris menunggu giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia nampaknya telah merencanakan urutan pelaksanaan lomba. Pada giliran pertama adalah lomba-lomba untuk murid-murid tingkat Elementary, yang kemudian disusul oleh giliran untuk anak-anak Kindergarten dan terakhir adalah giliran untuk bocah-bocah Nursery. Jadilah Ara dan kawan-kawannya menanti giliran berlomba (yang ternyata gak sebentar, sehingga Miss Sari merasa perlu buat meng-entertain anak-anak dan bocah-bocah itu dengan berbagai kegiatan). Sampai jam 9.30, Ara yang sudah siap di sekolah sejak jam 7.30, belum mendapat giliran. Gue dan Tia merasa perlu untuk bertanya kepada Ara apakah dia mau terus menunggu gilirannya ato kita cabut aja ke les pianonya, yang harusnya mulai jam 10.00. Dengan mantap Ara memutuskan untuk stay di sekolahnya dan so be it.  Ara dan kawan-kawannya pun dengan setia menanti. Mereka duduk di pinggir kolam memberi semangat kepada peserta lomba dan sekali-sekali menceburkan diri ke dalam kolam (dan bikin repot Uncle Imam, karena harus menggiring mereka keluar kolam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah matahari agak meninggi, akhirnya giliran untuk anak-anak Kindergarten pun tiba. Satu persatu mereka dipanggil untuk mengikuti lomba demi lomba. Untuk nomor lomba mengambil koin, Ara bersaing dengan Najwa dan Dita. Dengan semangat mereka berusaha untuk melihat ke dasar kolam untuk mencari koin dan, setelah memberanikan diri, berusaha memungutnya. Ara dan Dita menghabiskan waktu dua menit untuk mengumpulkan dua koin. Ara seneng banget karena dia merasa menang dan akan menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai lomba, ternyata kita masih harus menunggu lagi untuk proses pemberian medali. Panitia harus melakukan rekap hasil lomba (d’oh!). Ara yang telah selesai bilas dan salin pakaian pun menghabiskan waktu bermain-main dengan teman-temannya. Hari semakin siang, namun hasil lomba untuk siswa Kindergarten belum juga selesai direkap, tapi lomba untuk siswa Nursery yang selesai belakangan justru sudah diumumkan duluan. Mungkin emang lagi dilatih bersabar hari itu. Akhirnya pengumuman pun keluar dan nama Ara pun dipanggil sebagai pemenang medali perak setelah nama Dita sebagai pemenang medali emas dan diikuti oleh nama Najwa sebagai pemenang medali perunggu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Gue sempet mempertanyakan hasil ini, tapi ternyata gue yang salah, hehehehe … Maaf ya, mama Dita, Uncle Andi and Uncle Imam, jadi malu …)&lt;/span&gt;.  Ara benar-benar senang hari itu. Berkali-kali dia bilang, “Ara juara! Ara juara!” Sambil lari-lari keliling halaman sekolah bawa-bawa sertifikat lomba yang baru dia dapet. Apa lagi setelah dia mendapatkan medali. Tapi karena hari udah siang bener dan kita masih ada beberapa agenda lain hari itu, termasuk bayar iuran les pianonya Ara supaya gak telat bayar dan kena denda, kita pun segera cabut dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan Ara gak berhentinya bilang, “Ara juara! Dapet … apa tadi namanya, Yah?” Gue dengan senang hati mendiktekan pelan-pelan, “Ser … ti …. fi ... kat” serta “me … da ... li ...” yang diulangi dengan seksama oleh Ara setiap suku katanya. Kayaknya ada salah konsep di benak Ara. Yang dia maksud “juara” ternyata adalah ertifikat dan medali yang dia dapet dari sekolah. Jadi di rumah, dia bolak-balik nanya ke mamanya, “Juara Ara mana tadi, Ma?” dan meski udah berulangkali dijelasin, dia masih tetap ngotot sama konsepnya sendiri. Yasudlah … &lt;span style="font-style:italic;"&gt;as long as you are happy, fine with me … Congratulations &lt;/span&gt;ya, nak …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1655185665553914956?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1655185665553914956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1655185665553914956' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1655185665553914956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1655185665553914956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2009/03/ara-juara.html' title='Ara Juara !'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Sb8_6aR7z9I/AAAAAAAAAJw/NppxtLxeMo0/s72-c/Medali' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1756792366252773289</id><published>2009-02-27T11:15:00.000+07:00</published><updated>2009-02-27T11:17:21.138+07:00</updated><title type='text'>Paracetamol vs. Ibuprofen</title><content type='html'>Udah seminggu Ara sakit. Semula gue dan Tia pikir cuma flu ato pilek biasa, jadi kita gak terlalu khawatir. Tapi setelah tiga hari panasnya gak juga hilang, kita baru mulai khawatir dan akhirnya kita bawa Ara ke dokter anak yang megang dia sejak bayi, yang kebetulan juga masih Omanya. Setelah diperiksa, ternyata Ara menderita radang tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada pengalaman yang juga menjadi pelajaran buat gue dan Tia. Pada awal-awal Ara panas tinggi, kita kasih dia obat turun panas yang berbasis Paracetamol. Pertimbangannya saat itu adalah karena menurut artikel tentang DBD yang klipingannya kita tempel di pintu kamar, kalo kita khawatir anak kita kena DBD, obat turun panas yang harus digunakan adalah yang berbasis Paracetamol. Emang sih, kita beneran khawatir kalo-kalo Ara kena DBD (kita bahkan bawa Ara ke lab gak jauh dari rumah buat periksa darah), karena itu kita ambil langkah preventif dengan memilih obat turun panas berbasis Paracetamol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus panas Ara selama tiga hari pertama lumayan pendek. Obat turun panas kita kasih sesuai aturan, yaitu paling cepet 3 jam sekali (tapi biasanya kita tunggu sampe 4 jam). Setelah botol pertama habis, panas Ara ternyata malah tambah parah dengan siklus yang semakin pendek, sampe-sampe kita memutuskan untuk dikompres juga. Sampai suatu malem kita jadi panik karena Ara semakin panas padahal baru 2 jam dikasih obat turun panas. Saat hampir panik di tengah malam itu, gue telepon sepupunya Tia, dr. Bintari Puspasari, SpOG, buat minta saran. Gue disaranin buat ganti obat turun panas dengan yang berbasis Ibuprofen. Langsung aja malem itu gue ngebut dengan Vario gue ke Apotik K-24 di Jl. Pondok Kelapa dan gue beli 2 botol sekaligus, sementara Tia nunggu di rumah sambil terus mengkompres badan dan kepala Ara. Begitu sampe, kita langsung kasih obat turun panas yang baru gue beli itu ke Ara dan Alhamdulillah panasnya berangsur turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga yang gue dapet malem itu adalah bahwa ternyata Ibuprofen jauh lebih tepat untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh peradangan seperti yang diderita oleh Ara (paling gak ini yang gue dapet dari hasil browsing di beberapa situs tentang kesehatan anak). Tetapi yang harus diingat juga adalah kalo anak kita panas karena DBD, yang harus kita kasih adalah obat turun panas yang berbasis Paracetamol, karena menurut klipingan gue itu Ibuprofen malah akan bikin keadaan tambah parah. Pasti gak ada yang mau hal itu terjadi. Kalo sampe gue menghadapi keadaan ini lagi, mungkin langkah yang gue ambil akan tetep sama. Yang akan gue kasih pertama kali adalah obat turun panas berbasis Paracetamol, just in case ternyata panasnya disebabkan oleh DBD. Kalo ternyata panasnya gak juga hilang dan diagnose dokter adalah radang, maka gue gak akan ragu buat segera ganti dengan obat turun panas berbasis Ibuprofen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ara sudah mulai berangsur sembuh sekarang. Dia masih batuk-batuk, tapi udah gak perlu dikasih obat turun panas lagi. Dia juga udah mulai bisa bercanda dan ketawa-ketiwi lagi. Rumah yang sempet sepi karena gak ada suara cerewetnya Ara atau suara ketawanya yang bikin orang ketularan ketawa, sekarang udah mulai rame lagi. Alhamdulillah …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1756792366252773289?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1756792366252773289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1756792366252773289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1756792366252773289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1756792366252773289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2009/02/paracetamol-vs-ibuprofen.html' title='Paracetamol vs. Ibuprofen'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-357966369266899506</id><published>2008-12-24T09:39:00.004+07:00</published><updated>2008-12-24T09:48:18.071+07:00</updated><title type='text'>Raport Pertama Ara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SVGiDbdvhCI/AAAAAAAAAJg/Ysi3qQWNSMc/s1600-h/P221208_21.03.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SVGiDbdvhCI/AAAAAAAAAJg/Ysi3qQWNSMc/s400/P221208_21.03.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283182017678115874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CJamil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CJamil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CJamil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Arial","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:12.0pt; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ascii-font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Arial; 	mso-bidi-font-family:Arial;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	text-align:justify;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini postingan yang rada telat emang, tapi gak papa lah …. Sabtu lalu (20/12) gue dan Tia datang ke sekolah Ara, &lt;b style=""&gt;Embun Pagi International Islamic School&lt;/b&gt;, untuk menerima laporan perkembangan belajar siswa alias &lt;i style=""&gt;rapot&lt;/i&gt;. Terus terang gue gak tau apa yang harus gue harapin dari rapot pertama Ara. Gue dan Tia udah coba menerka-nerka kayak apa performa Ara di sekolah. Yang lucu sebenernya reaksi Ara waktu kita kasih tau bahwa dia akan menerima rapot dari sekolahnya. Dengan wajah serius dia tanya ke mamanya mahluk apa gerangan rapot itu dan wajahnya semakin tambah serius begitu Tia jelasin bahwa rapot itu adalah laporan dari guru-guru Ara di sekolah, apakah Ara baik atau nakal di sekolah, apakah Ara pinter di sekolah, dll. Setelah diam sejenak Ara pun kasih komentar polos, &lt;i style=""&gt;“Ara pinter kok ma di sekolah, gak nakal … Kemaren aja Ara bantuin Miss Balqis beresin kelas dan waktu Miss Balqis jatohin tutup tempat sampah, Ara bantuin ambilin …”&lt;/i&gt; Dan cerita itu pun diulang-ulang Ara beberapa kali untuk meyakinkan mamanya bahwa dia adalah anak yang baik di sekolah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beberapa hari menjelang pembagian rapot, Tia mendapatkan jadwal giliran ambil rapot dari sekolah. Berhubung nama depan Ara berawal dengan huruf “T”, maka kita dapet giliran yang rada siang, jam 11.30. Untung aja kita dapet jam segitu, karena ternyata Jakarta Timur diguyur hujan pada pagi harinya dan gak lama sebelum waktunya kita harus berangkat ke sekolah, hujan udah reda. Maka berangkatlah kita bertiga dengan Honda Vario gue &lt;i style=""&gt;(eh iya … gue dah gak lagi naek Supra X 125 sejak pertengah taon lalu, dah gu ganti dengan Honda Vario biru B 6123 TRY, ikut-ikutan tren motor &lt;b style=""&gt;metik&lt;/b&gt;, hehehehe …), &lt;/i&gt;menerjang gerimis yang mengundang …. (pilek).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gak perlu antri lama, kita udah diminta masuk ke ruang kelas Ara untuk bertemu dengan Miss Balqis dan Miss Meilan. Oke, gue dan Tia emang udah mempersiapkan diri buat mendengar kabar buruk. Mereka pun memberikan banyak penjelasan tentang kinerja Ara di sekolah. Ada beberapa hal yang membuat kita terkejut. Menurut Miss Balqis, Ara ternyata cukup piawai dalam berteman (&lt;i style=""&gt;anak gue tuh&lt;/i&gt; ….!). Pantesan, setiap kali gue nganter dia berenang, ada aja anak yang menyapa Ara padahal anak itu bukan teman sekelas Ara. Ada banyak kabar baik yang disampaikan oleh Miss Balqis dan Miss Meilan waktu itu, tapi ada juga beberapa kabar buruk. Ternyata, Ara memiliki kekurangan dalam hal &lt;i style=""&gt;creative expression&lt;/i&gt;, khususnya dalam hal &lt;i style=""&gt;handicraft&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;kalo ini anaknya Tia, hehehehehe ….&lt;/i&gt;).Miss Balqis dan Miss Meilan juga bilang betapa Ara suka membaca. Wah kalo ini sih suatu keharusan sebagai anak kita berdua yang suka kalap kalo pergi ke toko buku .... hehehehehe ....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain itu, Miss Balqis juga ngasih kabar tentang kemungkinan Ara itu &lt;i style=""&gt;afraid of height&lt;/i&gt;, karena semenjak kelasnya pindah ke lantai dua, Ara sering keliatan takut waktu naik tangga. Perkembangan motorik kasarnya juga agak perlu diperhatikan, kata Miss Balqis dan Miss Meilan. Ah, tapi gue gak terlalu pusing soal itu. &lt;i style=""&gt;Not every kid is born to be an athlete&lt;/i&gt;, kan? Ara bisa sehat wal afiat kayak sekarang aja gue udah sukur banget kalo mengingat bagaimana beratnya perjuangan dia buat &lt;i style=""&gt;survive&lt;/i&gt; dari hari pertama dia nongol di dunia. &lt;i style=""&gt;So, all in all&lt;/i&gt;, gue gak bisa &lt;i style=""&gt;complaint&lt;/i&gt; soal perkembangan Ara. Dia bisa hafal semua bacaan sholat plus beberapa surat pendek dari Al Qur’an aja, gue udah bangga banget. Ada satu hal lain yang bikin kita berdua gimanaaaaaa gitu Ada tulisan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;narrative report&lt;/span&gt; Ara yang bilang gini:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Ara is fun to have in the classroom. She is a nice girl ...&lt;/span&gt;"  Hwadoooohhh .....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Off we went then to Buaran Plaza, as promised&lt;/i&gt;. Ara minta ditraktir makan KFC hari itu (plus minta dibeliin tas &lt;i style=""&gt;pink&lt;/i&gt; bergambar Princess). Meski gerimis halus masih kadang memercik wajah, tak goyah niatan untuk bersuka ria (&lt;i style=""&gt;Halah!&lt;/i&gt;) Gue masih utang satu hadiah lagi buat Princess Ara, sepasang sepatu &lt;i style=""&gt;boot&lt;/i&gt; berwarna putih dengan retsleting di samping ….. Nanti kalo bonus akhir tahun udah ditransfer cici Yusi, kita pergi ke ITC Kuningan, ya nak … &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-357966369266899506?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/357966369266899506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=357966369266899506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/357966369266899506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/357966369266899506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Raport Pertama Ara'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SVGiDbdvhCI/AAAAAAAAAJg/Ysi3qQWNSMc/s72-c/P221208_21.03.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-2405917814840481110</id><published>2008-11-19T12:40:00.003+07:00</published><updated>2008-11-19T13:23:38.630+07:00</updated><title type='text'>Ara Belajar Jadi Balerina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SSOwgsSX2FI/AAAAAAAAAJE/dZss6wWg08Y/s1600-h/Image000.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SSOwgsSX2FI/AAAAAAAAAJE/dZss6wWg08Y/s400/Image000.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270250064644134994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udah dua dua minggu Ara ikut lest balet di sekolahnya. Ya, sejak dapet surat edaran dari kepala sekolah bahwa akan ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler, Ara ngotot untuk memilih balet sebagai ekskul yang akan dia ikuti. Berkali-kali gue dan Tia nanya ke Ara tentang pilihannya itu. Takutnya, dia cuma ikut-ikutan temen-temennya aja dan ujung-ujungnya berhenti di tengah jalan. Tapi, setiap kali mamanya tanya, jawaban Ara selalu sama dan pada akhirnya dia bete juga ditanyain terus dan bilang ke mamanya, "Ara kan udah bilang, Ara mau ikut balet, biar kayak princess ..." Well, that's it then ... Mamanya Ara pun mencentang "balet" pada formulir pendaftaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapiii ... pada pagi hari di mana rencananya hari itu Tia akan menyerahkan formulir pendaftaran yang udah dicentang pada kolom "balet", Ara bilang ke mamanya bahwa dia mau ikut kelas melukis aja. Akhirnya pagi itu kita tegesin ke Ara bahwa dia cuma boleh ikut satu kelas ekskul aja dan suruh dia pilih antara balet dan melukis. Pertimbangan kita adalah bahwa kelas-kelas ekskul itu kan setelah jam pulang sekolah, dan biasanya Ara udah kecapean begitu sampe di rumah. Kalo dia ikut dua kelas di dua hari berbeda, kita khawatir dia gak kuat. Setelah berfikir sambil sarapan, akhirnya Ara bilang, "Ya udah ... Ara ikut balet aja deh." Jadilah hari itu Ara dimasukkan ke daftar peminat kelas balet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Selasa (11/11) lalu, kelas balet dimulai. Baju dan sepatu balet juga dibagikan ke semua anak pada hari itu. Untuk pertemuan pertama ini, Tia dan bunda-bunda lainnya dibolehin masuk ke kelas untuk meninjau langsung latihan. Sayang, andai aja Tia tau bakal dibolehin masuk kelas, dia pasti akan nenteng handycam buat ngabadiin momen latihan balet pertama Ara. Di bawah bimbingan miss Yanti, pelatihnya, Ara dan kawan-kawannya - termasuk si kembar Najwa dan Najma serta temen Ara dari kelas K1A, Natri - mulai berlatih gerakan-gerakan dasar balet. Di akhir sesi latihan, miss Yanti yang baik hati membagikan sticker ke peserta kelas balet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu gue pulang dari kantor, Ara dengan bangga memamerkan baju, celana, sepatu dan tutu yang baru aja dia dapet dari sekolah. Dengan baik hati pula dia memperagakan beberapa gerakan yang dia pelajarin waktu latihan. Seneng banget liat dia begitu seneng dengan kegiatan barunya, meskipun itu berarti ada sati item lagi dalam pengeluaran bulanan gue: iuran les balet ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-2405917814840481110?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/2405917814840481110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=2405917814840481110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/2405917814840481110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/2405917814840481110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/11/ara-belajar-jadi-balerina.html' title='Ara Belajar Jadi Balerina'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SSOwgsSX2FI/AAAAAAAAAJE/dZss6wWg08Y/s72-c/Image000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-3944679702240882343</id><published>2008-10-13T08:41:00.004+07:00</published><updated>2008-10-14T07:37:34.088+07:00</updated><title type='text'>Nonton "Laskar Pelangi" Bareng Ara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu kemarin adalah hari terakhir dalam kalender liburan lebaran Ara. TK Islam Internasional Embun Pagi udah mulai libur sejak 22 September 2008. Total jendral Ara libur sekolah selama 3 minggu. Karena satu dan lain hal, kita gak bisa menggunakan waktu liburan itu secara maksimal seperti orang-orang lain (t&lt;span style="font-style: italic;"&gt;erutama karen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a keterbatasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;finansial, berhubung waktu liburan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kok hampir barengan dengan waktu jatuh tempo asuransi Ara dan beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cicilan lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, hehehehe ...)&lt;/span&gt;. Jadilah Ara menghabiskan most of her school-off days di rumah dengan diseling pergi ke mall beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi ketika kita sekeluarga sedang menikmati bubur ayam dari abang-abang yang "kadang-kadang nawarin dagangannya, tapi kadang-kadang malah memacu motornya rada cepet pas di depan rumah kita", adik ipar gue yang sedang browsing mingguan Bintang yang "entah kenapa bisa dianter pagi-pagi oleh si Azis si loper" ngajak kita nonton film "Laskar Pelangi" (karena edisi minggu ini emang tentang film itu). Setelah menimbang-nimbang sebentar akhirnya gue dan Tia memutuskan untuk ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah online sebentar buat liat situs 21cineplex, kita mendapat informasi bahwa bioskop yang rada lumayan bagus dan lumayan deket dari rumah yang lagi muter Laskar Pelangi adalah Studio XXI di Mega Bekasi. Masalah berikutnya adalah menentukan jam tayang yang mana yang akan kita pilih (12:15, 14:30, 16:45, 19:00 to 21:15). Akhirnya kita memutuskan untuk ambil yang tengah hari bolong, menimbang bahwa jam segitu Ara lagi tidur siang jadi bisa aman dititipin ke neneknya. Rencana tinggal rencana karena begitu kita antri beli tiket, kita liat pengumuman bahwa tiket yang dijual saat itu adalah untuk yang maen jam 7 malem. Karena jam segitu Ara belom tidur, akhirnya kita putuskan untuk nambah satu tiket lagi untuk Ara. YAY! gue dan Tia akan nonton bareng Ara! Ini adalah pengalaman baru buat Ara dan buat kita berdua juga. Biasanya, kalo kita mao ke bioskop, kita harus milih jam tayang yang tengah hari ato malem sekalian ketika Ara lagi tidur dan nontonya juga cuma bisa di Buaran 21 (j&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ust in case kalo kita kudu pulang buru-buru, gue masih bisa maksain motor gue buat ngebut supaya cepet sampe rumah ...&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang maghrib, Ara kita suruh makan malem dan sambil kita kasih tau bahwa malem itu kita akan ajak dia ke bioskop buat nonton film. Seperti biasa Ara jadi rada kooperatif kalo ada insentifnya. Kali ini dia antusias banget dengan insentif yang akan dia dapet: pergi ke bioskop untuk kali pertama sepanjang hidupnya. Jam 6 lewat dikit kita semua udah siap dan langsung naik ke Xenia, mobil dinas Poppy yang dikasih sebagai fasilitas untuk promosi SOYJOY, produk baru kantornya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sekalian promosi ... Ayo pada beli SOYJOY dong .... biar adik ipar gue itu dapet bonus gede akhir taon ini ... hehehehehehe!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SPNAmD9xB9I/AAAAAAAAAI0/2WojP9Jjyfw/s1600-h/Studio+XXI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SPNAmD9xB9I/AAAAAAAAAI0/2WojP9Jjyfw/s400/Studio+XXI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256616212715079634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 kurang dikit, kita dah sampe di lobby Studio XXI yang malem itu udah padet banget sama orang-orang yang punya niatan sama kayak kita: nonton Laskar Pelangi. Supaya pengalaman nonton pertamanya lengkap, gue beli satu kotak gede popcorn buat Ara (dan kita-kita juga) dan minuman dingin. Ara seneng banget sampe-sampe dia gak bisa berdiri diem menunggu pintu studio 1 dibuka. Priceless banget deh ekspresi Ara ketika kita mulai masuk ke bioskop yang lumayan gede dan penuh orang itu. Begitu duduk, Ara langsung minta dibukain kotak popcornnya dan mulai menikmatinya sape-sampe gue harus ingetin dia supaya jangan dihabisin sebelum filmnya mulai. Sesaat sebelum mulai, gue sempetin buat bisikin ke Ara bahwa nanti lampunya akan dimatiin dan ruangan akan jadi gelap. Gue gak mau dia kaget karena tiba-tiba lampu mati dan dia jadi takut trus nangis minta keluar. Bisa runyem kan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SPNBGrrLTKI/AAAAAAAAAI8/TJBSymiamRg/s1600-h/Studio+XXI-3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SPNBGrrLTKI/AAAAAAAAAI8/TJBSymiamRg/s400/Studio+XXI-3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256616773130341538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film pun mulai diputer dan Ara duduk tenang sambil menikmati popcornnya, dan filmnya juga, tentunya. Dia begitu enjoy dan ikut ketawa kenceng-kenceng ketika seisi bisokop ketawa melihat adegan lucu di layar. Namanya juga anak kecil, ada waktunya dia jadi bosen dan mengalihkan perhatiannya ke tempat lain. Ada waktunya ketika gue nengok ke dia, Ara lagi asyik mandengin lubang kecil di atas dinding tempat keluarnya sinar lampu dari proyektor. Dia colek gue dan nanya, "Itu apa?" ... Sebagai ayah yang baik dan benar, gue alihkan perhatian gue sebentar dari layar dan kasih penjelasan sederhana ke Ara tentang cara kerja proyektor. Setelah puas, Ara kembali menyimak adegan demi adegan di layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah beberapa saat, dia kembali colek-colek tangan gue dan bilang kalo dia mau pipis, maka pergilah gue dan Tia untuk nganter dia pipis di toilet, dengan risiko ketinggalan beberapa scene dari film yang udah lama gue tungguin itu. Balik dari toilet, Tia sambil senyum bilang ke gue bahwa ternyata Ara merhatiin bahasa yang dipake di film itu. "Itu film dulu ya, Ma? Kok ngomongnya pake "e" gitu sih?" gitu dia tanya ke mamanya.  Tapi dari sekian banyak hal yang bikin gue seneng dengan pengalaman pertama Ara ke bioskop adalah waktu dia tiba-tiba colek-colek tangan gue dan ketika gue deketin muka gue ke Ara buat tanya ada apa, Ara mendaratkan satu kecupan di pipi gue sambil bilang, "Makasih ya, Ayah ... Filmnya bagus ..." Gak bakalan gue tuker indahnya momen itu dengan mobil mewah sekalipun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin kalo ditambah dengan rumah mewah, bisa gue pertimbangin ... hehehehehe!&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film selama kurang lebih dua jam itu ternyata too much buat Ara. Dia beberapa kali nanya ke gue kapan kita akan pulang. Tapi gue yakin itu semata-mata karena dia udah ngantuk dan kepengen cepetan tidur, bukan karena pengalaman nonton pertamanya gak menyenangkan. Buktinya, setelah kita sampe rumah dan kita ganti pakaiannya dengan baju tidur, Ara dengan senang hati naik ke tempat tidurnya dan dalam sekejap terbang ke alam mimpi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin mimpi tentang betapa senengnya dia nonton Laskar Pelangi bareng ayah dan mamanya ...&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-3944679702240882343?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/3944679702240882343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=3944679702240882343' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/3944679702240882343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/3944679702240882343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/10/nonton-laskar-pelangi-bareng-ara.html' title='Nonton &quot;Laskar Pelangi&quot; Bareng Ara'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SPNAmD9xB9I/AAAAAAAAAI0/2WojP9Jjyfw/s72-c/Studio+XXI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-4641612364632712902</id><published>2008-10-05T10:29:00.004+07:00</published><updated>2008-10-05T10:49:54.793+07:00</updated><title type='text'>Kartu Ulang Tahun dari Ara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini gue genap 34 tahun ... Seperti hari-hari ulang tahun yang dulu-dulu, gak ada perayaan khusus karena emang gak ada yang beda di hari itu kecuali fakta bahwa jatah umur gue udah kembali berkurang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini ada yang istimewa! Setelah bangun dan sarapan, Ara keliatan sibuk sama Mamanya nyiapin "sesuatu". Seharusnya "sesuatu" itu adalah rahasia di antara mereka dan buat kejutan buat gue. Gue bilang "seharusnya" karena Ara bukan orang yang bisa jaga rahasia dengan baik. Dia ternyata "bocor" ... Berulang kali dia bilang ke gua bahwa dia dan Mamanya mau bikin kartu ulang tahun sebagai hadiah kejutan buat gue (ya ilang deh arti kejutannya, nak  ... )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkutat sekian menit menyalin tulisan Mamanya di atas sebuah kartu, akhirnya Ara dengan bangga mempersembahkan sebuahhadiah ke gue sambil bilang, "KEJUTAN!" ... (dan gue pun harus berakting seolah-olah gue emang bener-bener terkejut ... hehehehe ...!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia hasil karya Ara buat ayahnya tercinta .... hehehehehehehe ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SOg4JoOrBsI/AAAAAAAAAIc/P2rqP-EUe8w/s1600-h/P051008_09.14.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SOg4JoOrBsI/AAAAAAAAAIc/P2rqP-EUe8w/s400/P051008_09.14.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253510703396619970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SOg4qjE7uuI/AAAAAAAAAIk/4pggFKFhGVQ/s1600-h/P051008_09.14%5B01%5D.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SOg4qjE7uuI/AAAAAAAAAIk/4pggFKFhGVQ/s400/P051008_09.14%5B01%5D.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253511268949277410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Ara ... Sekarang gue mau pergi bareng Tia dan Ara ke Buaran Plaza buat sekadar makan-makan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-4641612364632712902?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/4641612364632712902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=4641612364632712902' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4641612364632712902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4641612364632712902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/10/kartu-ulang-tahun-dari-ara.html' title='Kartu Ulang Tahun dari Ara'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SOg4JoOrBsI/AAAAAAAAAIc/P2rqP-EUe8w/s72-c/P051008_09.14.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-8465307263659711820</id><published>2008-09-07T22:17:00.002+07:00</published><updated>2008-09-07T22:23:00.139+07:00</updated><title type='text'>FIVE YEARS OF MARRIAGE, AND STILL ON …</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 30 Agustus 2008 lalu, genap lima tahun pernikahan gue dengan Tia. Bener-bener gak berasa waktu berjalan begitu cepat. Sampai saat ini kita masih merasa bahwa kita baru tempo hari menikah. Liat aja di foto ini …&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SMPxFcjMU7I/AAAAAAAAAHk/qPgZHNxpSHk/s1600-h/Wedding+Family.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SMPxFcjMU7I/AAAAAAAAAHk/qPgZHNxpSHk/s400/Wedding+Family.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243299467054830514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, kita berdua sudah berhasil menguasai banyak hal terkait dengan “&lt;i style=""&gt;married life&lt;/i&gt;”, meski demikian kita gak akan punya keberanian untuk berlagak serba tahu atau bertingkah kayak konsultan. Hari demi hari kami lalui dengan mempelajari hal-hal baru tentang diri kami berdua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gue dan Tia gak punya waktu banyak buat berbagai macam “&lt;i style=""&gt;adjustments&lt;/i&gt;” karena kami berdua langsung diberkahi jabang bayi di perut Tia. Gue inget banget waktu itu masih satu atau dua bulan pertama setelah resepsi pernikahan kami. Yah, kita berdua termasuk orang yang beruntung karena gak perlu menunggu lama untuk mendapatkan anak, seperti halnya yang terjadi dengan beberapa orang yang kami kenal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman “&lt;i style=""&gt;unik&lt;/i&gt;” yang kami peroleh ketika anak pertama kami lahir (seperti yang pernah gue tulis dalam posting pertama gue di blog ini) telah menjadi lem perekat super kuat yang bisa ngalahin&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Super Glue&lt;/span&gt; cap Gajah buat hubungan di antara kita berdua. Bocah cantik itu semakin hari semakin membuat kami merasa bersyukur atas apa yang kami miliki.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SMPxkbr2QEI/AAAAAAAAAHs/daO_psCI9LA/s1600-h/Bertiga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SMPxkbr2QEI/AAAAAAAAAHs/daO_psCI9LA/s400/Bertiga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243299999398641730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami sudah berhasil melewati lima tahun awal perkawinan kami, semoga kami bisa terus bersama buat melewati lima tahun yang kedua, ketiga, keempat, dst. …. Amin!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-8465307263659711820?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/8465307263659711820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=8465307263659711820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/8465307263659711820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/8465307263659711820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/09/five-years-of-marriage-and-still-on.html' title='FIVE YEARS OF MARRIAGE, AND STILL ON …'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SMPxFcjMU7I/AAAAAAAAAHk/qPgZHNxpSHk/s72-c/Wedding+Family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-6687167909754580868</id><published>2008-08-11T08:40:00.002+07:00</published><updated>2008-08-11T09:25:39.704+07:00</updated><title type='text'>Belajar Berenang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Salah satu alasan gue milih &lt;b style=""&gt;Embun Pagi International Islamic School&lt;/b&gt; adalah bahwa sekolah ini punya pelajaran berenang untuk semua siswanya. Berhubung gue gak bisa berenang sehingga gak punya kapasitas buat ngajarin Ara berenang (&lt;i style=""&gt;itu satu-satunya kelemahan gue …. Hehehehe ….&lt;/i&gt;) dan Tia merasa terlalu &lt;i style=""&gt;“gode” (bahasa Gorontalo buat “gemuk”&lt;/i&gt;) untuk melakukannya, opsi ini emang yang paling pas buat kebaikan Ara. Kita sadar bahwa dengan latar belakang keluarga yang dilanda penyakit asma, gede kemungkinannya Ara juga akan menjadi &lt;i style=""&gt;asthmatic&lt;/i&gt;, apalagi mengingat bahwa Ara dulu lahir premature dengan berat badan yang sangat kurang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jadilah kita punya rutinitas baru setiap Sabtu pagi: mengantar Ara ke sekolah untuk belajar berenang di kolam renang sekolah. Kali pertama Ara belajar berenang, gue dan Tia sudah siap-siap untuk melihat Ara menangis begitu disuruh turun ke kolam renang oleh dua pelatih renang dari sekolahnya (Uncle Imam dan Uncle Andy). Tapi, kita ternyata salah … Ara begitu antusias bahkan ketika kita belum berangkat. Dengan senang hati Ara bangun pagi-pagi untuk langsung mandi dan sarapan supaya bisa sampe di sekolah tepat jam 7 pagi. Bahkan, saking antusiasnya, kita bertiga sampe di sekolah sebelum siswa yang laen dan pelatihnya dateng. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seneng banget deh ngeliat Ara begitu &lt;i style=""&gt;enjoy&lt;/i&gt; belajar berenang. Ara tanpa takut-takut mengikuti semua instruksi pelatih renangnya. Terlebih lagi kedua pelatih itu berhasil membuat latihan berenang rutin itu begitu &lt;i style=""&gt;fun&lt;/i&gt;. Meskipun disela tangisan salah seorang temen Ara yang gak berani dilepas untuk belajar mengambang di air, anak-anak kecil itu tertawa lepas sambil main ciprat-cipratan air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ini beberapa foto yang gue ambil waktu Ara berlatih berenang di sekolah … Enjoy banget dia …. Jadi pengen ikutan nyemplung … Hehehehe …..&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-adewvDeI/AAAAAAAAAFQ/TpZ9ENIQP-Q/s1600-h/Image008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-adewvDeI/AAAAAAAAAFQ/TpZ9ENIQP-Q/s400/Image008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233071123292163554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-adiwP5FI/AAAAAAAAAFY/XdYzhJEt1oU/s1600-h/Image001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-adiwP5FI/AAAAAAAAAFY/XdYzhJEt1oU/s400/Image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233071124363863122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-aeLtZGiI/AAAAAAAAAFg/olKKh_tmgHk/s1600-h/Image006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-aeLtZGiI/AAAAAAAAAFg/olKKh_tmgHk/s400/Image006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233071135357737506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-aecPCyGI/AAAAAAAAAFo/xTD-BcEDosM/s1600-h/Image007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-aecPCyGI/AAAAAAAAAFo/xTD-BcEDosM/s400/Image007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233071139793848418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-6687167909754580868?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/6687167909754580868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=6687167909754580868' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/6687167909754580868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/6687167909754580868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/08/belajar-berenang.html' title='Belajar Berenang'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SJ-adewvDeI/AAAAAAAAAFQ/TpZ9ENIQP-Q/s72-c/Image008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1960307576896935419</id><published>2008-07-22T16:15:00.005+07:00</published><updated>2008-07-22T16:29:59.849+07:00</updated><title type='text'>Minggu Pertama Ara Bersekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWoTgKGhQI/AAAAAAAAAFI/xvNSAkI-lYU/s1600-h/FirstDay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWoTgKGhQI/AAAAAAAAAFI/xvNSAkI-lYU/s400/FirstDay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225767995636614402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Senin, 14 Juli 2008, jam 05.30 pagi, Ara sudah bangun dan siap untuk mandi. Dia sangat antusias karena itu adalah hari pertama Ara mulai bersekolah di Embun Pagi International Islamic School. Selesai mandi dan sarapan, Ara pun memakai seragam barunya dan sibuk memilih sepatu dan kaus kaki mana yang mau dipakai. Jam tujuh pagi lewat dikit, Ara sudah siap untuk berangkat ke sekolah dengan menggendong tas seragam dari sekolahnya.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWm8qMTdxI/AAAAAAAAAE4/8h9GUHZIbz4/s1600-h/Seragam+TK+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWm8qMTdxI/AAAAAAAAAE4/8h9GUHZIbz4/s400/Seragam+TK+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225766503681586962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;Sesampai di sekolah, guru-guru Embun Pagi menyambut kami dan meminta kami untuk nama Ara di daftar yang sudah mereka siapkan. Ternyata Ara ada di kelas K1B (Kindergarten 1 B). Kami pun diantar ke kelas untuk K1B. Ternyata, Ara adalah anak pertama yang hadir di kelas. Sambil menunggu, Ara berkenalan dengan guru kelasnya (Ms. Balqis dan Ms. Sari, the school principal, yang menggantikan Ms. Meilan yang lagi cuti melahirkan) dan diajak bermain puzzle. &lt;i style=""&gt;Yes, they got her there!&lt;/i&gt; Ara emang tergila-gila pada puzzle. Perkenalan pun berjalan lancar tanpa derai air mata, kayak anak-anak yang lain &lt;i style=""&gt;(Ara bahkan sempat kasih isyarat telunjuk di depan bibir waktu mamanya manggil dia dari luar kelas, “Jangan ber&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;isik, dong” … Hahahaha … Lalu wave her mother goodbye waktu pintu kelas akan ditutup)&lt;/i&gt;. Satu per satu anak-anak lain hadir di kelas. Dan sejak hari pertama itu, Ara punya sahabat baru, namanya Alishia, dan mereka pun langsung akrab bermain bersama sepanjang hari itu. Waktu dia pulang, kita tanyain apa aja yang dipelajarin selama di sekolah. Dengan enteng dia jawab, “Gak tau … Miss-nya pake bahasa inggris sih …”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWnh5VeJFI/AAAAAAAAAFA/WCJBgccNd00/s1600-h/Seragam+TK+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWnh5VeJFI/AAAAAAAAAFA/WCJBgccNd00/s400/Seragam+TK+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225767143401727058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari kedua, mamanya Ara sudah mulai mempersiapkan Ara untuk langsung dilepas sendiri begitu sampai di gerbang sekolah. Sebelumnya orangtua murid dikasih tau bahwa mereka hanya mengizinkan orang tua untuk menunggui anak-anaknya pada hari pertama aja. Ara sempet nengok sebentar ke arah mamanya waktu digandeng gurunya ke kelas. Tia gak sampe hati dan akhirnya minta izin ke principal untuk sekadar ngintip keadaan Ara di kelas, kalo-kalo dia nangis ato gimana. Eh, ternyata … Di kelas Ara udah asyik dengan dunia barunya dan dengan santai kasih tangan ke mamanya &lt;i style=""&gt;waving her goodbye&lt;/i&gt;. Dengan hati yang dikuat-kuatin, Tia pulang untuk kembali lagi menjemput Ara sebelum jam 11. Waktu bubaran, Ara yang &lt;i style=""&gt;spotted&lt;/i&gt; mamanya dan memanggil mamanya dari kejauhan, gak kayak anak lain yang malah nangis begitu ngeliat mamanya. &lt;i style=""&gt;(Lucunya … Ara malah sempet negor salah satu temennya, “Mewek terus, mewek terus … Jangan nangis melulu, dong …” Hahahahahaha ….&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada hari ketiga, Ara sempet panas, mungkin karena ketularan flu dari temen-temen sekelasnya. Maklum, ruang kelas semua ber-AC, sehingga semua anak akan mudah tular-tularan virus flu. Untuk itu, kita kasih Ara &lt;i style=""&gt;Stimuno&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;(bukan maksud iklan, lho …)&lt;/i&gt; buat nambah daya tahan tubuhnya sambil kita kasih juga obat pilek. Tia dan neneknya Ara sempet berfikir untuk gak kasih Ara ke sekolah, tapi gue yang gak tega karena keliatannya Ara &lt;i style=""&gt;enjoy&lt;/i&gt; banget bersekolah. Karena pagi harinya panasnya udah terkendali, Ara pun dianter mamanya ke sekolah. Di hari-hari berikutnya, Ara keliatan semakin asyik dengan dunia barunya. Kalo ditanya tentang sekolahnya, dia gak lagi bilang gak tau. Dengan ceria dia kasih ulasan singkat tentang apa aja yang dia lakuin selama di sekolah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari Sabtu lalu, gue dan Tia dateng memenuhi undangan Embun Pagi untuk hadir dalam Teachers &amp;amp; Parents Conference pertama untuk tahun ajaran ini. Harusnya sih, kita berdua ngederin penjelasan pihak yayasan dan manajemen sekolah tentang berbagai aturan dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan di Embun Pagi, termasuk perubahan sistem pengajaran dari model klasikal menjadi model sentral (Embun Pagi membagi kelas-kelasnya menjadi beberapa sentra pengajaran untuk satu subjek tertentu. Mirip kuliah deh di mana setiap ganti subjek, anak-anak digiring ke kelas berikutnya). Yang ada, cuma Tia yang bisa duduk manis di antara orang tua lainnya, karena Ara terus-terusan mint ague nemenin dia main di &lt;i style=""&gt;playground&lt;/i&gt; sekolah, terutama setelah Alishia dan orang tuanya pulang duluan sebelum acara kelar. Untunya, Ms. Sari udah nyiapin &lt;i style=""&gt;Parents’ Handbook&lt;/i&gt; yang bisa gue baca setelah kita pulang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Minggu ini, Ara mulai sekolah dengan mode penuh, dalam artian sekolah mulai jam 7.30 pagi dan bubar jam 13.00 siang. Kita baru ngeh kalo ternyata hal ini menimbulkan satu masalah baru. Ara mirip banget sama mamanya dalam hal jadwal kegiatan sehari-hari. Berhubung dia baru sampe rumah lewat jam 1 siang, jam tidur siangnya jadi bergeser. Sepulang sekolah, Ara masih harus nyelesaiin makan siangnya, karena dia gak pernah kelar makan siang di sekolah. Walhasil, begitu kelar makan siang, Ara udah kelewat ngantuk bahkan buat sikat gigi dan pipis sebelum naik ke tempat tidur. Udah untung kalo dia gak sampe jadi &lt;i style=""&gt;error&lt;/i&gt; dan ngambek karena kelewat capek. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mudah-mudahan, dengan berjalannya waktu, Ara serta gue dan Tia bisa nyesuain diri. Gue udah mulai terbiasa bangun pagi-pagi buat nyiapin keperluan Ara sementara Tia ngebujukin dia untuk bangun (karena kalo sampe banguninnya salah, Ara bisa error mood-nya sepanjang hari …). Tia mulai terbiasa pulang-pergi naik ojeknya si Komar nganterin dan ngejemput Ara, sementara dia juga harus tetep ngerjain tugas-tugasnya sebagai editor. Tinggal gimana caranya kita berdua ngebiasain Ara buat bangun dan sarapan pagi-pagi (berhubung waktu sarapannya juga kudu digeser) dan makan siang sebelum dia bisa tidur siang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1960307576896935419?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1960307576896935419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1960307576896935419' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1960307576896935419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1960307576896935419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/07/minggu-pertama-ara-bersekolah.html' title='Minggu Pertama Ara Bersekolah'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SIWoTgKGhQI/AAAAAAAAAFI/xvNSAkI-lYU/s72-c/FirstDay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-4706927035523224079</id><published>2008-07-16T15:15:00.002+07:00</published><updated>2008-07-16T15:19:17.870+07:00</updated><title type='text'>The Client</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul cerita gue kali ini mungkin mengingatkan orang sama novel John Grisham. Tapi, yang mao gue bagi dalam cerita ini adalah pengalaman gue menghadapi seorang klien.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak Bulan Februari lalu, secara rutin seminggu sekali gue harus datang ke salah satu Pengadilan Negeri di Jakarta untuk mendampingi seorang WN Amerika yang terlibat kasus pidana. Resminya, klien gue adalah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Tapi di lapangan, orang akan melihat bahwa yang menjadi klien gue adalah si terdakwa. Bagaimana enggak, setiap minggu para pegawai pengadilan, dari tukang sapu sampe Ketua PN ngeliat gue duduk berdua berjam-jam menunggu sidang dimulai &lt;i style=""&gt;(resminya jadwal untuk kasus yang gue tanganin adalah jam 10, tapi sidang biasanya baru dimulai sesaat sebelum azan Zuhur di mushola pengadilan berkumandang)&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Klien” gue kali ini agak unik, kalo gue gak mao gue bilang “ajaib”. Dalam masa-masa penantian jadwal sidang yang gak pernah pasti di ruang tunggu PN Jaksel, gak bosen-bosen dia ngeyakinin gue betapa dia gak bersalah dan bahwa &lt;i style=""&gt;this case is a crap&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;Itu &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;“bahasa” dia … Duh, dah ketularan para “lo-yer’ nih gue pake kata “bahasa”…. Hehehehe …&lt;/i&gt;). Sayang gue terikat sumpah setia penerjemah, jadi gue gak bisa cerita tentang materi kasusnya. Tapi bukan itu yang pengen gue ceritain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu, pengacara “klien” gue itu nanya ke gue soal tandatangan gue di BAP yang dibikin polisi. Emang sih, pada bulan Desember gue pernah diminta polisi buat jadi juru bahasa ketika mereka menginterogasi “klien” gue ini. Entah ini strategi dari pengacaranya ato gimana, gue nangkep indikasi bahwa si “klien” ini mao ngebantah semua keterangan dia di BAP pada saat dia ditanya-tanya majelis hakim sesuai dengan agenda sidang (setelah majelis mendengar keterang saksi-saksi). Akan tetapi, dia gak akan gampang ngelakuinnya karena ada tanda tangan gue di BAP itu. Gue sempet agak panik karena implikasinya kalo sampe dia cabut keterangannya di BAP adalah sangkaan konspirasi antara gue dan polisi untuk memalsukan BAP. Berat kan? Gue hubungin seorang kawan yang jadi pengacara di sebuah firma hukum gede. Setelah mendapat kepastian dari pengacara itu, gue jadi tenang dan siap buat ngadepin semua kemungkinan. Untung aja, pas hari H-nya, “klien” gue ini rada jiper buat nerapin strategi akal bulusnya dan gue terhindar dari masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam pelaksanaan tugas juga gue selalu kesulitan. Beberapa kali gue ditegor hakim ketua karena dia ngeliat gue gak nerjemahin interaksi antara majelis dengan saksi-saksi. Gue mungkin kelihatan tenang-tenang aja di meja penasihat hukum terdakwa, tapi itu karena “klien” gue sibuk sendiri dengan urusannya. Kalo gak bongkar-bongkar ranselnya untuk ngambil dokumen, dia asyik kirim-kirim SMS, ato colak-colek pengacaranya buat nyuruh interupsi. Satu kali, hakim ketua sempet muntab karena dia lihat sendiri “klien” gue ini dengan santainya menyibukkan diri dengan nyopot sepatu trus sibuk benerin sepatunya tanpa memperhatikan apa yang sedang terjadi di persidangan. Gue dan pengacara “klien” gue ini kena damprat juga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah kejadian itu, gue marah-marah sama “klien” gue itu. Malu banget gue kena omelan hakim ketua karena ulahnya. Bayangin aja, begitu selesai pemeriksaan saksi, hakim ketua nanya gimana pendapatnya tentang kesaksaian yang diberikan, eh dengan santai dia bilang &lt;i style=""&gt;“Sorry, I don’t understand ….”&lt;/i&gt; Gubrak !!! Lha, mulut gue sampe berbuih-buih nerjemahin omongan saksi dan pertanyaan-pertanyan dari hakim, jaksa dan pembela, dia malah bilang gak mudeng. Yang lebih bikin gue tambah nyolot adalah pernyataan dia ketika gue bilang ke dia jangan kayak minggu lalu. Komentarnya singkat, tapi nyelekit banget: &lt;i style=""&gt;“Sorry, Jamil … I need to pull some tricks sometimes …”&lt;/i&gt; HALAH !!! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Puncak dari semua penderitaan gue adalah hari ini. &lt;i style=""&gt;Believe it or not … I have been summoned by the police !! &lt;/i&gt;Ternyata “klien” gue itu ngaduin seorang saksi ke polisi dengan sangkaan pemberian keterangan palsu di bawah sumpah dalam persidangan. Karena gue selalu hadir di persidangan, jadilah gue diminta dateng ke Polda Metro buat di-BAP sebagai saksi. Baru kali ini gue dateng ke markas polisi rada gemeter, karena posisi gue adalah posisi yang biasanya “dijabat” oleh klien-klien gue. Untung deh semua berjalan lancar di sana. Itung-itung pengalaman baru buat gue … Hehehehe !!&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SH2uiaqkhnI/AAAAAAAAAEo/IQSJlXfIAYg/s1600-h/Panggilan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SH2uiaqkhnI/AAAAAAAAAEo/IQSJlXfIAYg/s400/Panggilan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223523049116305010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-4706927035523224079?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/4706927035523224079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=4706927035523224079' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4706927035523224079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4706927035523224079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/07/client.html' title='The Client'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_AJulinPBCRQ/SH2uiaqkhnI/AAAAAAAAAEo/IQSJlXfIAYg/s72-c/Panggilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-5474835042231263150</id><published>2008-06-09T12:18:00.004+07:00</published><updated>2008-06-09T12:25:28.650+07:00</updated><title type='text'>My Niece's Wedding</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SEy-TBPI9dI/AAAAAAAAAEg/_2qI8n3IzFA/s1600-h/Image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SEy-TBPI9dI/AAAAAAAAAEg/_2qI8n3IzFA/s400/Image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209748102919550418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keponakan gue yang paling tua, Kaka, baru aja menikah pada tanggal 25 Mei 2008. Pestanya yang diadain di Hall Nyi Ageng Serang Kuningan lumayan meriah. Gue dapet tugas sebagai MC untuk upacara pernikahannya. Acaranya cukup sederhana, karena yang diundang cuma keluarga deket aja. Tapi tetep aja, ruangan hampir gak bisa nampung orang yang dateng, karena selaen keluarga deket, abang gue juga ngundang serombongan pemain rebana khas Betawi untuk pengiring pembacaan shalawat pada awal pembukaan acara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tiara juga kebagian tugas dalam acara resepsi. Dia dan tiga orang sepupunya menjadi “gadis pembawa bunga” yang berjalan persis di depan kedua mempelai pada saat menuju pelaminan. Jeda waktu antara upacara pernikahan dan resepsi lumayan panjang. Jadi, selama menunggu pengantin behias, Ara dan sepupu-sepupunya berlatih berjalan anggun sepanjang karpet merah. Namanya juga anak kecil, setiap kali latihan dimulai, Ara cuma bertahan beberapa detik aja berjalan anggun karena selebihnya dia langsung lari ke arah pelaminan. Alhasil, latihan kudu diulang berkali-kali sampe bocah-bocah itu bisa ngerti bahwa mereka gak boleh lari dulu-duluan ke pelaminan. Untunglah pada waktu pelaksanaan, Tiara bisa ngelakuin tugasnya dengan baik &lt;i style=""&gt;(dengan peringatan berulang-ulang dari kakak gue yang bertugas jadi tukang angon mereka dan Kaka yang jalan dibelakangnya, tentunya … hehehehe!)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SEy99GjWsPI/AAAAAAAAAEY/fEfp_YZHXtg/s1600-h/Image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SEy99GjWsPI/AAAAAAAAAEY/fEfp_YZHXtg/s400/Image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209747726389391602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Secara keseluruhan, resepsi pernikahan Kaka lumayan meriah. Sebagai seorang kepala SMP, abang gue mempergunakan resepsi pernikahan anak pertamanya sebagai ajang latihan seni buat anak-anak muridnya. &lt;i style=""&gt;(Yep … you read that right!)&lt;/i&gt;. Beberapa siswa-siswi dilatih khusus untuk bermain marawis plus pianika. Mereka membawakan shalawat nabi begitu Kaka masuk ke pintu Hall, menggantikan para pemain rebana yang juga membawakan shalawat sebagai musik pengiring. Penampilan mereka cukup memikat untuk penampil dadakan. Selain itu, abang gue juga mempersiapkan beberapa grup band sebagai pengisi panggung hiburan &lt;i style=""&gt;(Eh, mereka sempet ribut soal siapa tampil duluan, lho … Untung gak sampe berantem!)&lt;/i&gt;. Untung ada vokalis dari organ tunggal yang disediain WO-nya. Kalo gak, sepanjang acara resepsi, para tamu kudu dengerin bocah-bocah SMP yang baru aja pecah suaranya nyanyi melengking-lengking … hahahahahaha …..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seminggu kemudian, tepatnya tanggal 30 Mei, gue dan beberapa kakak gue nemenin Kaka (plus ayah, ibu dan adik-adiknya) pergi ke rumah suami barunya, Sonny, di Kudus. Jarak antara Jakarta dan Kudus kami tempuh dengan menumpang sebuah bus. Total penumpang bus itu (termasuk Kaka dan Sonny) ada 19 orang. Lumayan longgar untuk bus yang punya kapasitas 25 orang penumpang. Perjalanan yang melelahkan sedikit terbayar oleh indahnya pemandangan sepanjang pantai utara Jawa yang kami susuri selama lebih dari 14 jam. Sebenarnya cuma butuh 11 sampe 12 jam untuk sampe ke Kudus. Tapi, berhubung ada kemacetan yang sangat amata parah di Demak yang disebabkan oleh perbaikan jalan, kami sempat “ngetem” di jalan, sementara orang tua Sonny dah sibuk nelponin buat nayain kita dah sampe mana. Alhasil, kita sampe buat acara makan malam bersama di rumah Sonny pada jam 9 malam dengan wajah kucel dan kecapean &lt;i style=""&gt;(semua hidangan udah dingin, deh … )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selesai makan malam, kita semua dianter buat tidur di sebuah hotel melati gak jauh dari rumah Sonny &lt;i style=""&gt;(Kiki sempet ngambek, karena dia dapet kamar yang tempat tidurnya udah reot dan kasurnya udah tipis banget, sementara yang laen ada yang dapet kamar ber-AC)&lt;/i&gt;. Untung kita cuma tidur semalem di situ … Paginya, kita bersiap untuk acara PAKPONJEN di rumah Sonny (katanya sih upacara adat Jawa ketika anak terakhir udah menikah). Kita mengikuti upacara tersebut dengan khidmat dan menikmati hiburan yang disuguhkan sepanjang acara salam-salaman &lt;i style=""&gt;(tembang Jawa dan kroncong oleh organ tunggal dan penyanyinya yang bernama Sundari … bukan Soekotjo&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Begitu acara selesai dan tamu udah pulang semua, kita pun pamitan buat pulang ke Jakarta. Tapi sebelom pulang, ada momen di man ague gak bisa nahan air mata. Gue diminta buat kasih ucapan selamat ke Kaka oleh juru kamera video yang ngerekam acara itu. Gue bener-bener sedih karena bagaimana pun Kaka adalah keponakan gue yang pertama. Gue yang ngajak dia maen waktu dia kecil dulu, karena gue adalah pamannya yang paling kecil. Gue masih SD waktu Kaka lahir dan dia udah kayak adik gue sendiri ketimbang seorang keponakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selamat menempuh hidup baru, Ka … All the best wishes for you …&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-5474835042231263150?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/5474835042231263150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=5474835042231263150' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5474835042231263150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5474835042231263150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/06/my-nieces-wedding.html' title='My Niece&apos;s Wedding'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SEy-TBPI9dI/AAAAAAAAAEg/_2qI8n3IzFA/s72-c/Image003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-7010157369532392294</id><published>2008-05-07T12:31:00.003+07:00</published><updated>2008-05-07T12:38:19.409+07:00</updated><title type='text'>The Party!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu 4 Mei 2008 lalu kami merayakan ulang tahun Ara dengan mengundang sepupu-sepupunya (&lt;i style=""&gt;semua dari kakak-kakak gue, karena Tia sampai saat ini belum punya keponakan …&lt;/i&gt;). Jam 9.30, gue dan Tia pergi ke toko kue untuk mengambil kue tart pesanan kita (&lt;i style=""&gt;meski hujan turun dengan derasnya, kami terus melaju ke sana de&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;mi mendapatkan sebuah kue ulang tahun spesial buat Ara&lt;/i&gt;). Dari sekian banyak pilihan yang ada, kita sengaja pilih yang berwarna pink, warna favorit Ara. Setelah balik dari toko kue, gue dan Tia bersiap untuk kembali menyusuri jalan ke Pasar Festival.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SCE_JkO06BI/AAAAAAAAAEI/cDQoGCaXe5M/s1600-h/KueTart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SCE_JkO06BI/AAAAAAAAAEI/cDQoGCaXe5M/s400/KueTart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197504878539499538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sesampai di Pasar Festival, ternyata nyokap yang ditemenin kakak-kakak gue dan beberapa orang keponakan udah sampe duluan. The birthday girl, yang berangkat dengan mobil bareng neneknya (plus buyut dan nenek lainnya dari Surabaya yang lagi nginep di Jakarta) serta adik dan adik ipar Tia, belum sampe, karena harus berhenti dulu di tengah jalan untuk mengurus muntahan Ara (&lt;i style=""&gt;repot deh, setiap kali naik mobil, pasti Ara mabok, persis mamanya&lt;/i&gt; …). Gak lama kemudian Ara dan rombongannya dateng dan setelah berbasa-basi sebentar, kita pun segera masuk ke restoran untuk merayakan ulang tahun Ara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ritual resmi ulang tahun dimulai dengan menyalakan lilin di atas kue tart. Selagi gue berusaha nyalain lilin, Ara gak berhentinya nyolekin kue itu buat dia jilat. Setelah lilin menyala, salah seorang kakak gue memimpin doa dan akhirnya sampe juga ke acara yang ditunggu-tunggu Ara: tiup lilin sambil diiringin lagu Selamat Ulang Tahun! Setelah itu Ara pun dibanjiri kado dan ciuman dari semua sepupunya yang disambut oleh Ara dengan senyum manis dan ucapan terima kasih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Begitu ritual ulang tahun kelar, semua orang pun bergegas menyerbu makanan yang tersedia di Hartz Chicken Buffet. Gue emang sengaja cari restoran all-you-can-eat mengingat keponakan-keponakan gue punya perut karet semua. Dan ternyata … Anak gue juga gak jauh beda dari mereka. Setiap kali dia lihat orang datang membawa makanan, dia minta makanan yang sama. Begitu terus, gak henti-henti. Salah seorang abang gue, yang umur anaknya Cuma beda 1 ½ tahun dengan Ara, begitu takjub, karena anaknya punya nafsu makan yang jauh beda dari Ara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena waktu kunjungan dibatesin cuma 2 jam dan perut juga udah kenyang dengan semua jenis makanan yang disediain di meja saji, kami pun bubar jalan pulang ke rumah masing-masing …. Mudah-mudahan kita bisa kumpul lagi taon depan!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SCE_r0O06CI/AAAAAAAAAEQ/0ZeBDOmipG0/s1600-h/Hepi4thbdei.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SCE_r0O06CI/AAAAAAAAAEQ/0ZeBDOmipG0/s400/Hepi4thbdei.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197505466950019106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-7010157369532392294?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/7010157369532392294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=7010157369532392294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7010157369532392294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7010157369532392294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/05/party.html' title='The Party!'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SCE_JkO06BI/AAAAAAAAAEI/cDQoGCaXe5M/s72-c/KueTart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-5693248089767456432</id><published>2008-04-30T12:13:00.004+07:00</published><updated>2008-04-30T12:22:04.032+07:00</updated><title type='text'>Empat Tahun Sudah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seperti biasa, gue dan Tia ngebangunin Ara pas jam 5:30 pagi. Tapi, hari ini ada yang spesial. Ya, ini memang hari spesial buat Ara. 30 April 2008 ini dia genap empat tahun! Pelan-pelan kita bangunin si birthday girl. Begitu dia buka mata, bergantian kita kasih cium berkali-kali di pipi kiri dan kanan sambil bilang selamat ulang tahun. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Gue gendong Ara keluar kamar dan pindah ke ruang keluarga. Kalo pada hari-hari biasa, Ara pasti langsung minta disetelin TV buat nonton program kesayangannya di TV7: Tom and Jerry. Karena ini hari special, bairpun dia minta disetelin TV, gue gak setelin dan gantinya Tia datang dengan hadiah spesial yang udah kita siapin dari hari Minggu sebelumnya. Priceless banget deh momennya waktu Ara ngeliat hadiah di tangan Tia: rumah-rumahan mainan warna pink, lengkap dengan segala perabotannya. Ara udah lama minta dibeliin karena ada anak tetangga yang punya rumah-rumahan kayak gitu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah mengucapkan terima kasih dan cium pipi kita berdua, perhatian Ara langsung beralih ke hadiah ulang tahun dari kami berdua. Bertiga kita set-up rumah-rumahan itu, termasuk nempelin stiker-stiker gambar di setiap perabotannya dan dinding rumah-rumahan itu. Beberapa menit kemudian, Ara pun mulai tenggelam dalam khayalannya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sayang, pas jam 6:00 gue harus buru-buru berangkat ke kantor, walau pun hati masih kepengen banget terus main bareng Ara dan Tia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SBgBAUO05_I/AAAAAAAAAD4/exEHpNjzbX8/s1600-h/Image015.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SBgBAUO05_I/AAAAAAAAAD4/exEHpNjzbX8/s400/Image015.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194903275114391538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seperti tahun-tahun lalu, ulang tahun Ara akan dirayain di Harzt Chicken Pasar Festival Kuningan dengan mengundang semua sepupunya, meskipun sebagian besar udah gede-gede semua. Tapi, biasanya pestanya Ara akan jadi tontonan orang, karena meski yang ultah bocah kecil, tapi tamunya sebagian besar udah gede semua. Maklum, Ara adalah yang paling kecil di antara mereka. Yang paling tua bahkan bentar lagi mau menikah! Looking forward to that party!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-5693248089767456432?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/5693248089767456432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=5693248089767456432' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5693248089767456432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5693248089767456432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/04/empat-tahun-sudah.html' title='Empat Tahun Sudah'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/SBgBAUO05_I/AAAAAAAAAD4/exEHpNjzbX8/s72-c/Image015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-7654393238579458102</id><published>2008-02-21T12:56:00.007+07:00</published><updated>2008-02-21T13:07:02.511+07:00</updated><title type='text'>Berburu Bangku Sekolah di Embun Pagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin karena Ara adalah anak pertama gue dan Tia, kami berdua jadi agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited &lt;/span&gt;soal sekolah pertama buat Ara. Perburuan sebenarnya sudah lama kami mulai, tapi secara tidak resmi. Namun, tanggal 19 Januari lalu, status perburuan itu berubah. Kami sudah resmi menjadi calon orang tua siswa karena hari Sabtu itu kami diundang oleh Embun Pagi Islamic International Kindergarten and Elementary School (&lt;a href="http://www.embun-pagi.com/"&gt;www.embun-pagi.com&lt;/a&gt;) untuk menghadiri acara Open House.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70TPfIN2DI/AAAAAAAAADY/Jc_ptiaowAk/s1600-h/Image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70TPfIN2DI/AAAAAAAAADY/Jc_ptiaowAk/s400/Image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169309104066123826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70Tr_IN2EI/AAAAAAAAADg/fvLXpZovhiI/s1600-h/Image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70Tr_IN2EI/AAAAAAAAADg/fvLXpZovhiI/s400/Image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169309593692395586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam acara itu, Ms. Sari, sang Principal (Kepala Sekolah), memberikan presentasi panjang lebar tentang TK dan SD Islam Internasional Embun Pagi. Menurut Ms. Sari, pengajaran yang diberikan di TK dan SD Islam Internasional Embun Pagi bersifat &lt;i style=""&gt;active learning&lt;/i&gt; (mungkin sama kali ya dengan CBSA, hehehehe) dengan menerapkan metode &lt;i style=""&gt;hands-on experience&lt;/i&gt;. Dengan demikian, siswa mempelajari materi pelajaran bukan cuma duduk manis mendengarkan ibu gurunya cuap-cuap di depan kelas. Setiap siswa akan terlibat aktif sehingga mereka merasakan sendiri materi pelajaran yang diberikan sebagai suatu pengalaman. Kelebihan lainnya adalah rasio guru-murid yang kecil. Embun Pagi membatasi maksimum ada 15 siswa dalam satu kelas. Harapannya, setiap siswa akan mendapatkan perhatian yang lebih besar dari guru dan guru bantunya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam memilih sekolah Islam, bagi gue dan Tia sebenernya yang paling penting adalah Islam yang bagaimana yang bakalan dipelajarin Ara di sekolah itu. Gue dan Tia sepaham bahwa Ara harus belajar Islam yang moderat, dalam artian bahwa Ara gak bakalan belajar prinsip “&lt;i style=""&gt;Holier Than Thou&lt;/i&gt;” kayak yang sering kita berdua temuin di kampus dulu. Untuk itu kita punya trik (yang diajarin kakak gue yang kepala SD): liat pakaian gurunya. Kalo guru perempuannya gak keberatan pake celana panjang dan jilbabnya bukan “jilbab gondrong” dan guru laki-lakinya pake celana yang nutup mata kaki, itu berarti sekolah Islam yang “aman”. Syukurlah, guru-guru di Embun Pagi punya keyakinan yang sama dengan kita berdua. Bahkan Ms. Sari selalu pake jilbab “funky” ke sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemarin Tiara diminta datang ke Embun Pagi untuk mengikuti tes masuk. Kita diminta dateng jam 10 pagi dan karena terlalu &lt;i style=""&gt;excited&lt;/i&gt;, kita sampe di sana jam 9.30. Waktu yang masih luang itu dipake Tiara untuk berpuas-puas main di playground sekolah itu. Semua permainan dicobain, sampe-sampe dia mau juga nyobain berenang di kolam renang yang ada di belakang sekolah. Sambil nemenin Ara main, kita berdua sebenernya juga melihat-lihat keadaan di sekolah itu, termasuk kondisi toiletnya ketika Tiara tiba-tiba minta dianter pipis. Syukurlah, semua dapet nilai bagus dari kita berdua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70UKPIN2FI/AAAAAAAAADo/L0UyQq8M0JM/s1600-h/Image007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70UKPIN2FI/AAAAAAAAADo/L0UyQq8M0JM/s400/Image007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169310113383438418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70UjvIN2GI/AAAAAAAAADw/oRJ5VLLvXB0/s1600-h/Image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70UjvIN2GI/AAAAAAAAADw/oRJ5VLLvXB0/s400/Image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169310551470102626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk tes ini kita berdua sudah berusaha untuk mempersiapkan Tiara. Kita kasih pertanyaan yang kira-kira akan diajukan serta jawaban yang kita harapkan. Tapi dasar Tiara, dia malah bikin mamanya senewen karena dia malah joking around. Waktu mamanya Tanya hobinya apa, dia jawab “Kentut!” sambil nyengir gede. Waktu disuruh nyanyi, dia malah nyanyi lagu Jablay. Diminta sebut namanya, dia malah nambahin “cantik sekali” di belakang namanya. Ada-ada aja itu bocah, semakin dia liat kita senewen, dia malah cekikikan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untunglah, meskipun malu-malu di awalnya, Tiara ternyata anak yang bisa dibanggain. Dia menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Ms. Sari dengan baik, khususnya soal warna, bentuk, angka dan huruf. Dia juga berhasil menempelkan bentuk-bentuk di tempat yang benar, tapi Ara agak kesulitan ketika disuruh menggunting kertas. Itu karena seumur-umur Ara gak pernah boleh pegang gunting, apalagi kalo ada neneknya. Tiara dengan senang hati menyanyikan lagu “Twinkle-twinkle Little Star” sambil terus mewarnai gambar kupu-kupu yang dikasih oleh Ms. Sari. Selesai tes, Ms. Sari meminta kami untuk langsung ke kantor administrasi, padahal dia Cuma bilang bahwa hasil tesnya “OK”. Meski sedikit agak ragu, kita bertiga pergi ke ruang administrasi, dan ternyata petugas di ruang itu sudah diberitahu tentang hasil tes Tiara. Kami diminta untuk membayar uang Educational Development Program dan SPP bulan Juli 2008. Dasarnya emang kita sudah terlalu excited, kita tanpa ragu langsung minta waktu beberapa buat pergi ke ATM (karena bank kita beda dengan bank mereka) dan balik dalam waktu 30 menit dengan uang tunai untuk membayar lunas semua kewajiban kami. Done! Satu bangku di TK Islam Internasional Embun Pagi untuk Tiara sudah kami dapatkan! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Susah untuk menggambarkan senangnya hati kami saat ini karena Tiara begitu cerdas saat itu sampai-sampai Ms. Sari sempat bilang, “She is such a smart girl!” Wuihhhhh!!! Terbang rasanya mendengar pujian kayak gitu ….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-7654393238579458102?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/7654393238579458102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=7654393238579458102' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7654393238579458102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7654393238579458102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/02/berburu-bangku-sekolah-di-embun-pagi.html' title='Berburu Bangku Sekolah di Embun Pagi'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R70TPfIN2DI/AAAAAAAAADY/Jc_ptiaowAk/s72-c/Image003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-4193432454196432712</id><published>2008-02-16T15:19:00.005+07:00</published><updated>2008-02-21T13:41:14.100+07:00</updated><title type='text'>They Are Still Looking ......</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari Sabtu, 16 Februari 2008, gue menghabiskan banyak waktu di Balairung UI buat nungguin stand kantor gue di UI Career Expo 2008. Kantor gue lagi mencari beberapa orang fresh graduate untuk jadi Translator/Interpreter Trainee. Karena divisi Translation/Interpreting ada di bawah supervisi gue (title gue udah diganti, btw, jadi Managing Editor, cieeeeeee ....), jadilah gue berkewajiban untuk turut campur tangan dalam upaya rekrutmen ini. Sebenernya gue udah sempet dateng pada hari pertama (14 Februari 2008) buat nemenin boss bikin presentasi tentang lowongan di kantor gue dan wawancara beberapa kandidat potensial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Pagi, ketika gue mulai buka stand bareng dua dayang-dayang, Balairung gak begitu rame. Gue bahkan sempet ngedit hasil terjemahan beberapa trainee yang due besok Senin pagi. Menjelang siang, "dagangan" gue mulai banyak yang ngelirik, meski gak serame stand punya Jak-TV pas di depan stand gue. Satu per satu anak-anak yang belum lama jadi sarjana tanya-tanya trus ninggalin CV. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Yang menarik adalah, sejak hari pertama gue perhatiin, banyak banget sarjana dari universitas dan institut di luar Jakarta yang mencoba peruntungan mereka di career Expo ini. Di stand gue aja, ada sarjana dari Malang, Lampung, Banjarmasin, bahkan dari Jerman !! Mereka jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mencoba mencari penghidupan di kota metropolitan ini. Salah satu sarjana luar kota yang sempet gue ajak ngobrol dateng jauh-jauh dari Universitas Brawijaya. Tujuannya cuma satu: mencari lowongan pekerjaan yang syarat pendidikannya adalah DARI SEMUA JURUSAN. Alasannya cukup masuk akal. Dia lulusan Fakultas Perikanan ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tingkah unik lain yyang gue temuin adalah beberapa orang sarjana baru itu datang ke semua stand tanpa banyak tanya, ujug-ujug mereka datang hanya untuk "ngedrop" CV! Halah ... !! Mereka bahkan gak usaha buat cari tau lowongan apa yang tersedia. They were "shooting aimlessly" dengan harapan salah satu dari CV yang mereka "drop" itu akan menarik perhatian perusahaan yang lagi cari pegawai itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam hati gue sempet bertanya-tanya, apakah anak-anak muda ini gak pernah dibekalin pengetahuan tentang karir apa yang akan mereka bisa dapatkan begitu mereka selesai kuliah? Kenapa ada lulusan fakultas perikanan jauh-jauh dateng ke Jakarta (gue kirain yang berurbanisasi cuma buruh-buruh tani yang gak punya tanah dan gak punya kerjaan lagi di kampungnya ...) hanya untuk melamar jadi Account Executive di Bank? Bukankah jauh lebih baik kalo orang itu mengdarmabaktikan ilmunya dengan bekerja di kampung halamannya ubtuk kemajuan masyarakatnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Gue jadi sangat bersyukur atas jalan yang dikasih Allah buat gue dulu. Gue lulusan Sastra Inggris UI dan sejak gue lulus, pekerjaan gue gak pernah jauh dari subjek yang gue pelajarin di bangku kuliah: Bahasa Inggris. Gue emang sempet bermimpi jadi script writer ato copywriter (cuma karena title jabatan itu keren banget bagi gue saat itu). Ketika temen-temen gue masih mencari-cari pekerjaan yang pas buat mereka, gue udah mantep dengan pilihan yang gue ambil ketika gue melamar pekerjaan sebagai translator, sampe akhirnya gue jadi Sworn Translator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Mudah-mudahan sarjana-sarjana baru yang udanh "ngedrop" (itu istilah mereka, lho ...) CV di stand gue ada yang akhirnya bisa bergabung dalam tim gue nanti. Kalo gak, ya gue doain semoga perusahaan-perusahaan lain yang kebagian drop-dropan CV mereka, mau berbesar hati memberi mereka kesempatan, sehingga suatu saat nanti si sarjana perikanan itu bisa tiba-tiba dateng ke kantor gue buat nawarin KTA ato kartu kredit. Sekurang-kurangnya, dia akan punya item baru di CV yang akan dia drop di Career Expo taon depan: PREVIOUS EXPERIENCE: ACCOUNT EXECUTIVE BANK ANU .... Amin!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-4193432454196432712?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/4193432454196432712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=4193432454196432712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4193432454196432712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4193432454196432712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/02/they-are-still-looking.html' title='They Are Still Looking ......'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-5809147231440739333</id><published>2008-01-16T07:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-16T07:33:39.014+07:00</updated><title type='text'>Should I Die Before I Wake</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kali ini catatan gue gak ada hubungannya dengan Ara ato Tia. Kali ini bener-bener unek-unek gue tentang hal yang paling serius di dunia: mati. (&lt;i style=""&gt;bukan berarti gue udah kepengen mati&lt;/i&gt; …)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa hari belakangan ini, semua stasiun TV, semua Koran dan semua situs berita di Internet cuma punya satu topik yang seragam: Soeharto sekarat! Gue gak mau ngomong soal kasus korupsi Soeharto dan sanak keluarganya atau kasus pelanggaran HAM yang dituduhkan atas diri Soeharto atau keberhasilan pembangunan di masa pemerintahan Soeharto atau bahkan tindakan medis apa yang patut dilakukan pada diri Soeharto. Biar TV, koran dan situs berita aja yang ngomongin itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Terus terang gue ngeri sekaligus prihatin ngebayangin apa yang sedang terjadi atas diri Soeharto. Keluarga dan dokter-dokter di RSPP kayaknya gak rela kalo Soeharto mati. Segala macam alat dipasang di tubuh Soeharto yang renta, mulai dari alat buat ngegantiin paru-paru, ginjal sampe jantungnya. Berbagai macam jarum ditusukin buat masukin cairan infus dan transfusi darah, selain jarum-jarum buat ngeluarin kelebihan cairan dari badannya. Tujuannya cuma satu: Soeharto gak boleh mati! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Buat anak cucunya, kematian Soeharto mungkin bisa jadi awal bencana buat mereka, karena setelah itu mereka gak lagi punya dewa pelindung dari segala macam kemungkinan proses hukum atas diri mereka. Kalo gue jadi mereka, gue gak bakalan kuatir sedetik pun. Bagaimana pun, apa yang dilakukan Soeharto punya implikasi pada semua bekas jenderal dan menterinya dan mereka pasti gak ada yang mau masuk penjara atau jatoh melarat gara-gara harta mereka disita negara. Gue datengin mereka satu-satu dan bilang ke kuping mereka yang udah mulai budge, “&lt;i style=""&gt;If we go down, you will go down with us&lt;/i&gt;”. Aman! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang senewen kalo sampe Soeharto mati mungkin adalah tim dokter kepresidenan yang, IMO, tingkahnya udah kelewatan. Mereka sepertinya berusaha melawan kekuatan Tuhan yang kepengen mencabut nyawa Soeharto. Hari demi hari perjuangan mereka semakin jelas arahnya: GAGAL! Siapa mereka hendak melawan maut? Mereka bahkan dengan sombongnya memberikan konferensi pers secara rutin dengan mengundang ratusan wartawan media eletronik dan cetak. Setau gue, apa yang terjadi di ruang pemeriksaan dokter bersifat rahasia dan gak boleh diumbar ke publik tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Lha ini kok diumbar seenak berok, padahal orang yang bersangkutan lagi megap-megap ketakutan ngeliat malaikat maut. Gue ketawa ngedenger komentar seorang dokter tentang kelakuan dokter-dokter kepresidenan itu&lt;i style=""&gt;: They are merely doing &lt;b style=""&gt;SOMETHING&lt;/b&gt; (as opposed to doing &lt;b style=""&gt;EVERYTHING&lt;/b&gt;)&lt;/i&gt; … Plisss, deh! Mungkin mereka pikir seluruh rakyat kudu tau bahwa mereka sudah &lt;i style=""&gt;melakukan sesuatu&lt;/i&gt; buat nolong Soeharto (maksudnya: bukan cuma bengong, karena emang gak ada lagi yang bisa dilakuin buat nyelametin Soeharto).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kematian emang udah menjadi ketentuan Allah. Setiap yang bernafas pasti mati, begitu kata Allah dalam Al Qur’an. Ini bukan berarti gue &lt;i style=""&gt;against&lt;/i&gt; semua upaya pengobatan untuk menyembuhkan penyakit, tapi gue pikir kita juga harus sadar sampe batas mana ikhtiar pengobatan harus dilakukan. Kalau memang seseorang yang karena penyakitnya harus mati, kenapa harus melakukan segala cara hanya untuk menunda kematiannya? Apakah orang yang ditempelin segala macam alat itu hidup seperti sediakala? Menempatkan orang pada kondisi yang gak jelas antara hidup dan mati, bagi gue merupakan kezaliman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Gue jadi inget sama satu do’a gue soal kematian: kalo emang gue udah waktunya mati, gue gak mau keluarga gue jadi repot dan sedih. Gue kepengen mati dengan cara yang tenang dan damai dengan sakratul maut yang gak berkepanjangan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Now I lay me down to sleep;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;I pray the Lord my soul to keep.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;If I should die before I wake,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;I pray the Lord my soul to take …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Amin …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-5809147231440739333?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/5809147231440739333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=5809147231440739333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5809147231440739333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5809147231440739333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/01/should-i-die-before-i-wake.html' title='Should I Die Before I Wake'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-5737811546847172499</id><published>2008-01-08T11:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T11:44:08.732+07:00</updated><title type='text'>Liburan Panjang Akhir Tahun 2007</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhir tahun 2007 lalu agak istimewa karena liburan akhir tahun menjadi agak lebih panjang. Ini karena sebelum Natal, ada hari raya Idul Adha. Jadilah kita mengikuti kebiasaan baru para PNS untuk memanjang-manjangkan liburan. Harusnya liburan yang ekstra panjang itu menjadi ajang rekreasi. Namun apa mau dikata, hari terakhir di kantor, gue dan kawan-kawan senasib sepenanggungan harus berlama-lama di kantor dan pulang dengan berbekal pekerjaan yang harus kami kerjakan selama liburan di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari pertama liburan gue adalah hari raya Idul Adha. Karena kecapean lembur di kantor dan kejebak macet sepanjang jalan pulang, gue kesiangan bangun dan gak bisa ikutan solat Ied. Setelah kira-kira semua orang udah pulang dari mesjid, gue siap-siap untuk berangkat ke rumah nyokap di Menteng Dalam. Ara dan mamanya berbagi kebiasaan yang sama dalam urusan traveling naik mobil (terutama sedan): mabuk darat. Jadilah separuh perjalanan itu, Ara menumpahkan kembali segelas besar jus pepaya dari dalam lambungnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di rumah nyokap Ara begitu ceria bertemu dengan sepupu-sepupunya dan penghuni rumah nyokap kesayangannya: Bopan, kucing putih lucu yang sudah diangkat rahimnya oleh Kaka (sepupu Ara yang paling tua yang baru aja lulus jadi dokter hewan). Tradisi hari raya Idul Adha di rumah nyokap, dan di rumah-rumah lain di seantero kampung betawi itu, adalah bakar sate. Seharian itu, gue dan keponakan-keponakan gue, gonta-ganti bakar sate sapi (karena Giant gak jual daging kambing dan kambing yang dipotong di mesjid belom juga kelar dibersihin), sate sosis dan ikan mas (dapet beli dari pemancingan yang gak jauh dari rumah nyokap). Hari raya itu benar-benar meriah, seperti biasanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Agenda liburan gue berikutnya adalah pergi beli sepatu di Pasaraya Blok M. Rencana beli sepatu ini sebenernya udah dirancang dari setahun sebelumnya. Jadilah hari Sabtu itu gue dan Tia berangkat ke Blok M. Hari itu kita mengistirahatkan Supra X 125 gue, tapi gak juga ngebangunin sedan yang lebih banyak bertapa di garasi untuk menyusuri jalan. Gue dan Tia keluar kompleks jalan kaki, ngacungin tangan buat minta Mikrolet M-26 berhenti dan menikmati perjalanan sampe ke Kampung Melayu. Di Kampung Melayu, gue sempat kepikir buat nyoba naik Busway, tapi pikiran itu akhirnya kalah dengan ide lain: napak tilas masa-masa pacaran dulu. Maka, kami pun berjalan keluar dari terminal Kampung Melayu dan naik Mikrolet M-44 sampe Karet. Dari situ baru kita memanjakan diri dengan memberhentikan taksi dan minta dianter sampe depan pintu Pasaraya Blok M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebenernya, selain membeli sepatu, gue dan Tia punya agenda tambahan yang gak kalah menarik selama kunjungan kita ke Blok M. Udah lama kita gak ketemu dengan seorang sahabat, &lt;i style=""&gt;Sovyana Putranti Setyoko&lt;/i&gt; yang bahenol, dan hari itu dia berjanji untuk ketemu kami di situ. Bukan Wiwien namanya kalo gak jam karet (gue kirain hidup lama di luar negeri bisa ngelunturin sifat jelek orang Jawa dari dirinya, ternyata …). Setelah gue dapet dua pasang sepatu (bukan satu seperti rencana awal), barulah sahabat kami berdua itu dateng. Wiwien minta ditemenin milih-milih tas kerja baru buat persiapan “tour of duty” dia keliling ASEAN mulai awal tahun ini. Butuh waktu agak lama ngubek-ngubek Pasaraya sampe akhirnya kita nemu tas yang pas buat dia. Pertemuan kami ditutup dengan acara makan siang kesorean bersama di food court (kita gak bisa kemana-mana gara-gara hujan) dengan menu utama: kicauan merdu sahabat kami ini. Kalau saja gue dan Tia belum punya anak, mungkin kita akan menghabiskan hari itu terus bersama Wiwien. Namun bayangan anak cantik itu memaksa kami mohon diri untuk segera pulang. Gue lagi nunggu undangan traktiran dari sahabat bahenol gue ini yang baru aja genap xx tahun awal bulan ini (&lt;i style=""&gt;tuh … gue gak bocorin ke siapa-siapa kan, hon&lt;/i&gt; …&lt;i style=""&gt;panjang umur dan CEPETAN KAWIN !!!&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gue gak punya acara laen setelah agenda membeli sepatu itu. Hari-hari berikutnya gue habisin buat ngerjain “PR” dari kantor yang gue bawa pulang sebelom liburan. Untungnya, gue punya dua orang gadis cantik yang selalu ngisi saat-saat gue berada di rumah: Tia dan Tiara. Rasa sebel karena harus bekerja di saat liburan langsung sirna setiap kali gue ngeliat muka mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sehari setelah libur Natal gue sempetin buat keliling bareng Tia pake Supra X 125 gue ke beberapa tempat calon sekolah buat Ara. Tempat pertama adalah TK dan SD Islam Internasional Embun Pagi di Jalan Kalimalang. Karena gue liat guru dan stafnya adalah perempuan-perempuan berjilbab yang masih berkenan make celana panjang, gue mutusin buat sekalian aja beli formulir pendaftaran dan saat itu juga gue isi dan balikin. Setelah itu gue ajak Tia nengok sebuah TK di Jalan Radin Inten, namanya TK Bunga Amalia. Sayang sekolah itu masih liburan, jadi kita cuma bisa ngelihat sebuah gedung megah yang gerbangnya digembok. Dua TK lain yang mau kita datengin juga masih libur, bahkan salah satunya keliatannya udah gak beroperasi lagi (padahal kita sempat terpesona sama brosur mereka). Jadilah kami pulang dengan hanya satu formulir pendaftaran di tangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari berikutnya kami bangunin Ara pagi-pagi dan memintanya segera mandi dan sarapan. Hari itu kami pergi ke Atlantis Ancol untuk bermain air bersama Ara. Ini adalah kali kedua Ara ke Atlantis. Pada kunjungan pertama dulu, Ara sempat mogok gak mau turun ke air, tapi setelah melihat betapa asyiknya kami berdua main air, akhirnya dia pun mau bergabung. Pada kunjungan kedua kali itu, Ara langsung minta ditemenin main di Kiddies pool. Semua permainan yang ada di sana dia coba. Walau raut mukanya tegang ketika meluncur turun di perosotan, dia langsung ngacir buat naik lagi dan mencoba merosot sendiri, berulang-ulang. Sukur aja saat itu kolamnya gak terlalu rame, jadi serasa milik pribadi aja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Puas berenang, kami mengajak Ara berkunjung ke Seaworld. Priceless banget deh ngeliat bagaimana Ara begitu terpesona melihat mahluk-mahluk laut yang luar biasa besarnya. Ara semangat sekali buat mencoba membelai penyu laut, gak keliatan ada rasa takutnya. Namun, namanya juga anak kecil, tingkahnya kadang-kadang rada nyeleneh. Alih-alih takzim memandangi ikan duyung yang besarnya tiga kali lipet gedenya Ara, dia malah asyik memperhatiin ikan kecil yang entah kenapa ikut menghuni kolam khusus untuk ikan duyung itu. Waktu kita berdiri di ban berjalan sepanjang terowongan di kolong akuarium raksasa, bukan ikan pari raksasa yang menarik perhatian Ara, tapi blower AC yang meniupkan angin dingin ke kakinya. (&lt;i style=""&gt;Nak, ayah bayar mahal buat ke sini bukan buat lihat blower AC !!&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari itu kita senang bukan alang kepalang melihat Ara menikmati hari sampe dia kecapean. Dia bahkan gak sanggup lagi buat berlama-lama di Seaworld, karena dia begitu lelah. Begitu masuk ke mobil untuk berangkat pulang, Ara langsung minta dot susu dan sapu tangan penutup matanya. Tak lama kemudian Ara pun melayang ke alam mimpi, kecapean … Kami pun puas karena bisa memberi hari yang indah buat Ara hari itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gue masih punya satu agenda lagi buat liburan kali ini. Gue janji buat ajak Tia makan di restoran Jepang. Maka hari itu dengan motor Supra X 125 kesayangan gue, kami pun berangkat ke Metropolitan Mall Bekasi. Tempat pertama yang kami singgahi adalah toko buku Gramedia dan baru keluar dari sana setelah kasir mendebet tabungan kami sebagai pengganti untuk 3 buku serial &lt;i style=""&gt;Laskar Pelangi&lt;/i&gt;-nya Andrea Hirata, novel petualangan &lt;i style=""&gt;Rahasia Meede&lt;/i&gt; dan roman religius &lt;i style=""&gt;Ayat-ayat Cinta&lt;/i&gt; (meskipun Tia udah lama tamat baca roman itu ketika masih jadi cerbung di Republika). Puas belanja buku (lebih tepatnya dipuas-puasin, karena ada beberapa judul yang terpaksa gak jadi kami boyong pulang) kami pergi ke restoran Jepang yang udah belasan tahun gak dikunjungin Tia. Kami makan sepuas-puasnya di sana, dan pulang dengan senyum di wajah dan perut kekenyangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sisa hari liburan gue habisin buat baca novel &lt;i style=""&gt;Laskar Pelangi&lt;/i&gt; (kalo gue gak disuruh slowdown sama Tia, mungkin sekarang gue udah kelar baca buku ketiga, &lt;i style=""&gt;Edensor&lt;/i&gt;). Emang bener buku itu pas banget dikasih gelar The Most Powerful Book in Indonesia .. Bagus banget !! Ada untungnya juga gue belom kelar baca &lt;i style=""&gt;Edensor&lt;/i&gt;. Paling gak sekarang gue ada selingan buat ngilangin jutek karena disuruh ngebut kerja setelah liburan panjang … &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Liburan gue tutup dengan kegiatan unik di malam tahun baru. Setengah jam menjelang pergantian tahun, hujan agak mereda. Gue keluarin motor dari garasi dan dengan didampingi Tia di boncengan, kita menyusuri jalan, menerjang gerimis. Hasilnya: kami bisa menyaksikan pesta kembang api yang disulut orang-orang di sepanjang jalan. Indah banget … Dingin dan basah karena gerimis malah membuat suasana menjadi semakin syahdu. ‘Met tahun baru semua !!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-5737811546847172499?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/5737811546847172499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=5737811546847172499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5737811546847172499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/5737811546847172499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2008/01/liburan-panjang-akhir-tahun-2007.html' title='Liburan Panjang Akhir Tahun 2007'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1636586232853338031</id><published>2007-12-11T08:58:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T11:22:07.821+07:00</updated><title type='text'>Lihat, Ayah! Ara Bisa Nulis!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gak terasa sebentar lagi Ara akan masuk TK. Sejak beberapa bulan yang lalu gue dan Tia udah sibuk tanya kiri-kanan tentang beberapa TK yang ada di sekitar Billy&amp;amp;Moon. Dari riset yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa ada tiga macam TK di sekitar tempat tinggal kami: TK umum, TK kelas kampung dan TK Islam dengan kurikulum Internasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;TK umum yang terdekat dari rumah kami termasuk salah satu TK yang bagus kualitasnya. Lulusannya dijamin siap untuk belajar di tingkat SD, yang sekarang semakin sulit aja pelajarannya. Tidak seperti TK lain yang tidak lagi menggunakan sistem klasikal, TK tersebut masih setia menggunakan meja dan kursi kecil untuk anak-anak didiknya. Namun demikian, metode pengajarannya tetap dibuat menarik sehingga anak tetangga kami yang terkenal bengal pun rela bangun pagi untuk segera berangkat ke sekolahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang gue maksud dengan TK kelas kampung di sini bukan berarti TK di tengah kampung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun ada satu atau dua yang dibuka di tengah kompleks perumahan, namun penyelenggaraanya gak jauh beda dengan TK-TK yang ada di pinggiran. Beberapa orang tetangga yang pernah mengirim anaknya belajar di sana sempat mengeluh karena anak mereka ternyata tidak siap untuk belajar di SD, sehingga harus masuk kelas persiapan terlebih dahulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Di daerah sekitar kompleks tempat gue tinggal sekarang, ada dua TK yang menerapkan kurikulum internasional. TK-TK tersebut merupakan wujud dari keinginan kami berdua. Gue kepengen Ara masuk TK Islam agar bisa mendapat pendidikan dasar Islami yang baik, sedang Tia kepengen Ara belajar di sekolah bilingual supaya bisa belajar bahasa asing sejak dini. Kedua TK tersebut adalah TK Islam berkurikulum internasional yang mengenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Impian menjadi nyata, kan? Ara bisa belajar Islam dengan baik sambil belajar Bahasa Inggris. Kedua TK tersebut juga punya SD sebagai jenjang pendidikan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Setelah riset tambahan atas kedua calon TK pilihan kami ini, kami mendapatkan informasi yang mengejutkan tentang salah satu TK tersebut. TK itu ternyata berafiliasi dengan sekolah di Malaysia, yang sebagai akibatnya setiap anak yang akan lulus SD harus pergi ke Malaysia selama dua minggu untuk ujian tambahan. Sedang TK dan SD Islam Internasional satunya yang tak jauh dari situ tidak punya embel-embel tambahan itu. Dari hasil &lt;i style=""&gt;blo&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;g walking&lt;/i&gt;, gue juga tau bahwa salah satu awak televisi yang terkenal di ibukota juga punya anak yang belajar di sekolah itu. Mengingat orang itu adalah profesional muda yang terpelajar, gue dan mamanya Ara akhirnya beranggapan bahwa pilihan yang dia bikin itu pasti udah &lt;i style=""&gt;well-informed&lt;/i&gt;. Gak salah dong kalo gue nebeng … hehehehe …. (&lt;i style=""&gt;gak mao cape nih&lt;/i&gt; …). Sekarang gue lagi nunggu undangan dari TK &amp;amp; SD ini untuk acara Open House mereka. Mudah-mudahan mereka gak lupa ngundang gue … Hehehehehe …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya gue dan Tia udah mulai mengenalkan huruf-huruf kepada Ara lama sebelum kami mulai mencari informasi tentang TK dan SD. Segala macam alat peraga kami beli, termasuk VCD pelajaran. Pelan-pelan, Ara sudah mulai mengenal huruf. Gue juga rajin beli buku latihan menulis (&lt;i style=""&gt;yang isinya huruf-huruf yang ditulis dengan titik-titik yang harus disambung sebagai latihan menulis huruf&lt;/i&gt;) di depan Wisma Metropolitan setiap habis Jum’atan (&lt;i style=""&gt;Lima ribu tiga …. Lima ribu tiga … Lima ribu tiga !!!)&lt;/i&gt; Ternyata Ara suka latihan menulis huruf itu. Kalo bukunya sudah habis, dia pasti minta dibeliin lagi. Karena cuma lima ribu dapet tiga buku, dengan senang hati gue bawain buku-buku baru setiap kali dia minta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Kemarin gue dikagetin sama Ara. Dia yang lagi duduk tenang di meja belajarnya memanggil gue buat ngeliat dia aksi belajar menulis. Mbak-nya Ara mendiktekan huruf-huruf yang harus Ara tulis dan Ara menuliskannya dengan cepat dan benar !! Dalam waktu singkat dia bisa menuliskan nama lengkapnya: TIARA HALIZA ALFARANI dan kata-kata pendek lainnya (&lt;i style=""&gt;termasuk mama dan ayah, tentunya&lt;/i&gt;). Gue jadi yakin, Ara pasti akan bisa ngikutin pelajaran dengan baik nanti di TK. Tapi, kenapa tulisan kamu gak lurus gitu ya, nak? Hahahahaha ….&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R13vkqfliMI/AAAAAAAAACw/wtBApkuycpU/s1600-h/Tulisan+Ara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R13vkqfliMI/AAAAAAAAACw/wtBApkuycpU/s400/Tulisan+Ara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142529762688075970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1636586232853338031?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1636586232853338031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1636586232853338031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1636586232853338031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1636586232853338031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/12/lihat-ayah-ara-bisa-nulis.html' title='Lihat, Ayah! Ara Bisa Nulis!'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R13vkqfliMI/AAAAAAAAACw/wtBApkuycpU/s72-c/Tulisan+Ara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-7428080375932493069</id><published>2007-12-10T08:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T09:55:28.531+07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Singapura dan Hongkong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu lalu, gue diminta nemenin seorang klien, pengacara-pengacaranya dan beberapa orang polisi ke singapura dan Hongkong. Sayang, gue gak punya waktu banyak buat sight-seeing (iya lah, gue ke sono kan dalam rangka kerja ...) Tapi setiap ada kesempatan gue minta buat difoto sama LO-nya ... Hehehehehe .... Nih foto-fotonya ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yhPKfliLI/AAAAAAAAACo/HsXiYocdbMM/s1600-h/100_0330.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yhPKfliLI/AAAAAAAAACo/HsXiYocdbMM/s320/100_0330.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142162156437211314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto di depan pintu masuk hotel di Singapore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yXB6fliDI/AAAAAAAAABo/tBj2D8ZTOGg/s1600-h/100_0332.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yXB6fliDI/AAAAAAAAABo/tBj2D8ZTOGg/s320/100_0332.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142150933687666738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di depan Capitol Building, Singapore (Minta difoto sama cewek cakep yang lagi lewat, hehehe ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yX-afliEI/AAAAAAAAABw/Bpc_dAVho5s/s1600-h/100_0336.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yX-afliEI/AAAAAAAAABw/Bpc_dAVho5s/s320/100_0336.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142151973069752386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kecepetan sampe di Changi buat terbang ke Hongkong, ya ... foto-foto dulu lah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yYtafliFI/AAAAAAAAAB4/ETvjTloXaHQ/s1600-h/100_0337.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yYtafliFI/AAAAAAAAAB4/ETvjTloXaHQ/s320/100_0337.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142152780523604050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampe di Hongkong udah sore, masuk hotel, trus jalan-jalan sebentar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yaDqfliGI/AAAAAAAAACA/ays2h2valOA/s1600-h/100_0347.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yaDqfliGI/AAAAAAAAACA/ays2h2valOA/s320/100_0347.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142154262287321186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela meeting di IFC Two, gue diajak makan siang di IFC Mall bareng klien dan para pengacaranya. Foto diambil di depan pohon natal yang gelayutan di ceiling ... (alias gak pake tiang) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1ybJqfliHI/AAAAAAAAACI/_SuznyU9SMc/s1600-h/100_0348.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1ybJqfliHI/AAAAAAAAACI/_SuznyU9SMc/s320/100_0348.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142155464878164082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan dari jendela restoran di IFC Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1ycp6fliII/AAAAAAAAACQ/6t9wyDQQnRY/s1600-h/Hongkong2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1ycp6fliII/AAAAAAAAACQ/6t9wyDQQnRY/s320/Hongkong2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142157118440573058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seusai meeting udah malem, gue diajak makan malem di Rainbow Sea Food Restaurant (katanya sih punya Jackie Chan) di Lamma Island.  Sambil nunggu ferry-nya dateng, ngapain lagi kalo bukan foto-foto. Ini foto diambil dari Pier 9 yang gak jauh dari gedung IFC Two. (Tinggi banget, bow! Gue meeting di lantai 63!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yeYqfliJI/AAAAAAAAACY/3fqJXoOLsQo/s1600-h/100_0359.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yeYqfliJI/AAAAAAAAACY/3fqJXoOLsQo/s320/100_0359.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142159021111085202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan malam dari Pier 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yfv6fliKI/AAAAAAAAACg/QM8R7ril-cM/s1600-h/100_0365.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yfv6fliKI/AAAAAAAAACg/QM8R7ril-cM/s320/100_0365.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142160520054671522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelom pulang, masih sempet ke Park Lane trus difoto di depan Sogo (blom buka soale ... Hehehe ... Begitu buka gak sempet belanja, karena cuma punya 45 menit! Dapet apaan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seneng juga sih ... Kapan lagi bisa jalan-jalan gratis ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-7428080375932493069?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/7428080375932493069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=7428080375932493069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7428080375932493069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/7428080375932493069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/12/oleh-oleh-dari-singapura-dan-hongkong.html' title='Oleh-oleh dari Singapura dan Hongkong'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R1yhPKfliLI/AAAAAAAAACo/HsXiYocdbMM/s72-c/100_0330.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-4616428856885596059</id><published>2007-11-23T07:47:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T11:38:40.142+07:00</updated><title type='text'>Microlax dan Susu Formula</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam kehidupan gue sebagai orangtua ada satu fase yang begitu menyedihkan karena gue harus melakukan sesuatu yang sangat gue benci dan sekaligus sangat menyakitkan bagi Ara. Mungkin karena proses kelahirannya yang istimewa, tubuh Tia tidak dapat memproduksi ASI sebanyak yang diperlukan oleh Ara. Segala cara yang dinasihatkan kami coba semuanya (&lt;i style=""&gt;gue bahkan jadi lebih ahli dalam hal pijat payudara dari sebelumnya … hehehehe&lt;/i&gt;), namun hasilnya tetap aja kurang memuaskan. Sebagai akibatnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ara menjadi sangat bergantung pada susu formula. &lt;i style=""&gt;(Don’t be sad, honey … you are not to blame …)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Dengan susu formula, pertumbuhan Ara memang begitu pesat. Dalam waktu singkat, Ara menjadi begitu montok dengan berat badan yang bertambah secara stabil, sehingga sulit dipercaya bahwa Ara dulu lahir hanya dengan bobot badan 1,7 kg. Ketika masih bayi, Atas rekomendasi Oma dokternya, Ara kita kasih susu tambahan. &lt;i style=""&gt;(Halah! Itu susu susah banget dapetnya. Kita harus pergi ke Carrefour di Kuningan untuk bisa dapetin itu susu. Jadi sekali beli, kita bisa bawa pulang berkaleng-kaleng supaya gak bolak-balik)&lt;/i&gt; Setelah itu, kami mengganti susu Ara dengan merek yang lebih gampang dicari. Cukup lama kami menjadi pelanggan susu itu, Ara sampe dapet sebuah meja plastik kecil lucu dari hasil nukerin sendok susunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, susu formula ternyata juga membawa petaka bagi Ara. Konsumsi susu formula membuat Ara jadi susah buang air besar alias konstipasi. Meskipun hal ini merupakan hal yang lazim bagi anak yang minum susu formula, tapi kalau melihat sendiri bagaimana menderitanya Ara setiap kali buang air besar, segala macam teori tentang hal itu tidak lagi berpengaruh. Sebagai jalan keluar Oma dokternya Ara menyarankan penggunaan Microlax. Obat ini bekerja sebagai perangsang kerja usus untuk mengeluarkan feses sekaligus pelumas agar feses dapat keluar dengan mudah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R0Yk2ZLBpKI/AAAAAAAAAAw/x4qppn1nwMo/s1600-h/Microlax.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R0Yk2ZLBpKI/AAAAAAAAAAw/x4qppn1nwMo/s320/Microlax.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135832941951296674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Masalahnya, obat ini diaplikasikan lewat anus. Gue dan Tia harus memasukkan bagian &lt;i style=""&gt;nozzle&lt;/i&gt; dari tabung obat ini ke pantat Ara dan memencet kuat-kuat tabungnya agar obatnya masuk ke ususnya untuk kemudian &lt;i style=""&gt;do the magic&lt;/i&gt;. Tak sampai lima menit setelah diaplikasikan, Ara akan dengan sendirinya mengejan untuk mengeluarkan feses dari perutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kami memberikan Microlax hanya apabila Ara tidak buang air besar sendiri dalam jangka waktu EMPAT hari berturut-turut &lt;i style=""&gt;(menurut teorinya sih, kalo kita tidak b.a.b. selama 4 hari, kotoran yang tertahan di dalam perut akan meracuni tubuh kita)&lt;/i&gt;, nampaknya, apa yang kami lakukan ini memiliki dampak psikologis pada Ara. Kami harus berjuang keras untuk memberinya Microlax. Ara selalu menangis sambil meronta-ronta setiap kali kami harus melakukannya. Meskipun air mata berlinang dan hati yang teriris-iris, kami tak punya pilihan lain untuk membantu Ara selain Microlax. Yang membuat hati kami hancur adalah setelah beberapa lama kami berikan Microlax, Ara tidak lagi meronta, dia hanya menangis lirih memohon agar kami tidak melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Berulang kali kami mencoba untuk melakukan hal-hal yang disarankan kawan dan saudara untuk mengatasi konstipasi itu. Mulai dari mencoba memberinya buah sampai supplement serat yang lumayan mahal harganya, yang kesemuanya ternyata gak berhasil. Ada yang menyarankan kami untuk memberinya banyak air putih, tapi saat itu Ara sepertinya tidak punya masalah dengan asupan air. Dia minum kayak ikan mas koki! Bahkan lebih banyak dari orang dewasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Karena konstipasi itu, Ara menjadi kurang nafsu makan. Kami coba untuk membuat menunya bervariasi. Havermut juga kami beri untuk mengganti nasi. Di tengah keputusasaan kami, gue dapat info dari kakak gue tentang seorang dokter yang biasa nanganin anak yang susah makan. Info itu dia peroleh dari salah seorang temannya yang punya anak yang juga susah makan (tapi penyebabnya mungkin beda dari Ara). Dokter tersebut tinggal gak jauh dari RS Budi Asih. Karena merasa gak ada ruginya, akhirnya kami nekat untuk mencobanya. Di sana, kami bertemu dengan beberapa orang tua muda seperti kami yang memberikan testimony tentang kemanjuran obat dari dokter ini. Kami pulang dari tempat praktek dokter itu dengan membawa sekantung vitamin penambah nafsu makan. Atas saran oomnya Tia yang juga dokter di Surabaya, kami hanya memberi vitamin 2 kali sehari, bukan 3 kali seperti yang disuruh oleh ibu dokter itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, nafsu makan Ara benar-benar berubah. Dia tidak lagi menolak makanan yang kami berikan. Dia juga tidak lagi menolak untuk minum jus papaya (yang sudah kami modifikasi sedemikian rupa dengan menambahkan sirup secukupnya). Asupan serat buah dan sayuran pun akhirnya jauh lebih mudah masuk ke perut Ara. Frekuensi pemakaian Microlax juga semakin menurun meskipun belum sepenuhnya berhenti. Entah ilham dari mana, tiba-tiba kami menyadari bahwa dari semua hal yang sudah kami lakukan, hanya ada satu yang tetap tidak berubah: SUSU FORMULANYA! Ya … Ara memang sudah kami beri supplement serat, havermut dan buah, tapi susunya gak pernah kami ganti. Kami pun mengambil keputusan drastis untuk mengganti susu Ara dengan merek susu lain yang bukan susu formula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kami sempat kecewa karena setelah beberapa hari mengkonsumsi susu baru non-formula, Ara masih saja sulit buang air besar. Namun, segala sesuatu kan pasti ada prosesnya. Kami hanya perlu memberi Ara Microlax satu kali lagi. Setelah itu, ALHAMDULILLAH masalah konstipasi Ara terselesaikan. Ara juga tidak lama minum vitamin dari dokter yang gue maksud di atas. Setelah kami rasa Ara sudah terbiasa dengan pola makan yang kami terapkan, kami pun menghentikan pemberian vitamin itu meski itu berarti kami harus membuang hampir separuh kantung yang tersisa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak lagi sulit untuk memberikan jus pepaya kepada Ara. Ara minum satu gelas besar jus pepaya di pagi hari dan satu gelas lagi di sore hari. Kami juga terus memberi supplement serat setiap malam yang kami campur dengan susunya. Hasilnya, Ara rutin ke toilet untuk b.a.b. sedikitnya satu kali sehari. Oh ya … Ara sekarang menolak untuk menggunakan dudukan toilet tambahan setiap kali dia hendak buang air. “Ara udah gede,” katanya ….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-4616428856885596059?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/4616428856885596059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=4616428856885596059' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4616428856885596059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/4616428856885596059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/11/microlax-dan-susu-formula.html' title='Microlax dan Susu Formula'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/R0Yk2ZLBpKI/AAAAAAAAAAw/x4qppn1nwMo/s72-c/Microlax.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1403271527615377481</id><published>2007-11-18T15:44:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T11:39:59.230+07:00</updated><title type='text'>The Pink Bike</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rz_8R5LBpJI/AAAAAAAAAAo/aEqYFgxJBsY/s1600-h/Pink+Bike.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 231px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rz_8R5LBpJI/AAAAAAAAAAo/aEqYFgxJBsY/s200/Pink+Bike.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134099484560696466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;It took place during the days of no-maids-at-home. Our maids apparently had made plans for their Lebaran holidays. They told us, rather than asked for our permission, that they would be leaving for their home town three days before the government-version of Lebaran days (yes, this year those “smart” guys again decided to have different opinion about the holidays). In total, they were in their hometown for almost TWO WEEKS! What a plan …&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Maybe it was God’s plan that the holidays fell on a weekend and my office was closed from one day before the holidays until two days afterwards. I only had to take a 3-day leave for helping my wife at home. Our main concern was taking over the nanny’s daily routines with Ara. This was quite a challenge because even though Tia is at home every day, she spends most of her time working in her “office”, a small corner of our bedroom. She would come out of her little corner several times to check out how things are going with our princess, which has been very effective thus far. With her day-to-day control and my past experience with kids, we should have an easy task to do.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Our routines started early in the morning as Ara opened her eyes and immediately dragged us out of the bedroom to take her to her cozy couch for watching the morning cartoons. Ara would watch her favorite shows, including Tom &amp;amp; Jerry, Chalk Zone, Spongebob and Dora the Explorer, while I prepared her breakfast. Once the shows were over and the breakfast was ready, Tia and I would take her to the bathroom, give her a good bath with warm water and let her play for a while with her toys there. Putting on the right clothes was a quite a challenge, especially when Ara suddenly had her own idea of which clothes to wear. The next challenge was taking the food into her little mouth, including ensuring that she chewed the food and waiting for the right time for the next spoon of food. We were such a sucker in this game. It would normally take an hour for us to complete this task, while the nanny only needs few minutes.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;After breakfast, we would spend the whole morning playing any game with Ara until it was time for lunch. Lunches were usually easier as we would be able to finish the task fifteen minutes earlier than breakfasts. We would spend another hour playing before it was time for Ara to take a nap. This meant that we had time to rest for an hour or two. Ara would wake up at around two in the afternoon. The three of us would then play some more games until it was time for Ara to take the afternoon bath. After bath, we would have a choice of going around the neighborhood on my motorbike, going to the nearby supermarket or playing in the nearby playground.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Then it was time for her dinner and we would be engaged in the same struggle once again. When dinner was finished, we would usually spend some time to play with Ara again until seven thirty at night when Ara is usually ready for a good night sleep. We would be so exhausted when Ara was finally asleep. However, we could not go to sleep yet until ten thirty when we would wake her up and take her to the toilet to pee (we have been practicing this for almost a year and it has been very effective to ensure that she does not wet the bed). By eleven at night, we would be in a sound sleep until it was time for the princess to wake up and for us to engage in the same struggle again.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;The nanny’s days-off were about to end and so was my leave. Ara had been very “kind” to us that we enjoyed every enduring minutes with her. Yes, for once I lost my temper when she refused to eat her lunch. I scolded her for such a behavior and regretted the action when I found out that it was because the soup was too hot for her. Other than that, the three of us got along just fine. We had actually been planning to buy her a bicycle at the end of the year, but we decided to spend the remaining amount of the Lebaran bonus for it.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;I asked my brother-in-law and his girlfriend to drive us to the nearest Carrefour megastore. When we arrived at the bicycle section in the store, Ara apparently had already had a plan of her own. She wanted to bring home a pink bicycle. With the help of a store attendant, Ara finally found the bike of her dream and refused to look at other options at the store. Now, Ara has a pink bike for her to ride every afternoon around the neighborhood. It was a present from us for being such a good girl and the wonderful moments we had during the holidays.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1403271527615377481?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1403271527615377481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1403271527615377481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1403271527615377481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1403271527615377481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/11/pink-bike.html' title='The Pink Bike'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rz_8R5LBpJI/AAAAAAAAAAo/aEqYFgxJBsY/s72-c/Pink+Bike.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-930381767156464330</id><published>2007-11-15T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T11:54:25.303+07:00</updated><title type='text'>On Being a Good Father</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rzvn0JLBpII/AAAAAAAAAAg/gJc_CTy-yuE/s1600-h/Ara+%26+Ayah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 192px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rzvn0JLBpII/AAAAAAAAAAg/gJc_CTy-yuE/s200/Ara+%26+Ayah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132951083320190082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah … the wonders of the Internet, gue bisa dengan mudah mendapatkan   jawaban dari hampir semua pertanyaan yang pernah muncul di kepala gue. Setelah menulis  tentang hikayat terlahirnya Tiara ke dunia, gue mulai bertanya-tanya apakah gue bisa jadi ay ah y  ang baik? Untuk itu gue coba cari-cari jawaban di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords: Good Father. Search Results: How To Be a Good Father – WikiHow. (&lt;a href="http://www.wikihow.com/Be-a-Good-Father"&gt;http://www.wikihow.com/Be-a-Good-Father&lt;/a&gt;). Oke … Gue sekarang dapet ilmu baru dari para editor di wikiHow tentang cara untuk menjadi ayah yang baik. Sekarang gue coba instropeksi sejauh man ague udah nerapin the dos and don’ts.&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Langkah pertama:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Have fun.&lt;/b&gt; Fatherhood is a big responsibility but it is also a lot of fun. Show your kids that you enjoy being their father.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kayaknya gue udah sadar banget betapa gedenya tanggung jawab buat jadi seorang bapak dan betapa “&lt;i style=""&gt;fun&lt;/i&gt;”-nya punya anak. Kalo dulu gue bener-bener “&lt;i style=""&gt;have fun&lt;/i&gt;” dengan kehadiran keponakan-keponakan gue yang kalo ditotal ada 13 ekor .. eh … orang, sekarang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada satu anak yang lucu buat diajak maen setiap saat. Tapi &lt;i style=""&gt;privilege&lt;/i&gt; itu tentunya disertai dengan tanggung jawab. Duh … beda banget rasanya! Kalo dengan keponakan, gue cuma dapet enaknya doang dan semua tanggung jawab itu ada di pundak abang-abang dan kakak-kakak gue. Sekarang gue ngerasain sendiri apa yang pernah dirasain mereka. Gue rasa gue gak punya masalah untuk nunjukkin betapa gue &lt;i style=""&gt;enjoy&lt;/i&gt; punya putri yang cantik dan lucu. Gue dah punya pengalaman sebagai “paman yang baik dan benar”, jadi gue tinggal bikin penyesuaian aja pada peran yang gue emban sekarang. Jadi gue kasih “&lt;i style=""&gt;check mark&lt;/i&gt;” untuk yang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Langkah kedua:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Consider your role as a father.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; What do you believe should be a father's role in raising children? How did you grow up perceiving fatherhood? The notions you were brought up with will influence your approach to being a father. Some common perceptions of a father's role are: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: left; text-indent: -0.25in;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;The father provides, financially and emotionally, for his children, and should care for them too.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: left; text-indent: -0.25in;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;The father's role is to discipline along with the mother. Make parenting a partnership, be on the same page about how to discipline your child and be consistent.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: left; text-indent: -0.25in;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;A father should give his children affection and warmth - Don't be afraid to tell your child "I love you, I'm proud of you."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Gue kayaknya digedein oleh bokap yang nanemin persepsi tentang “fatherhood” seperti yang ada di poin pertama. Babe bener-bener berusaha keras untuk memberikan kecukupan buat anak-anaknya, baik secara finansial maupun emosional. Dia gonta-ganti profesi, dari mulai buruh pabrik batik di Pedurenan, tukang jahit, tukang susu, peternak sapi (sambil jual susu tentunya), buka warung kelontong (trus beralih jadi warung nasi – langganan tokoh-tokoh PARFI dulu – trus ganti haluan jadi rumah makan khas Betawi) di Kuningan, sampe akhirnya kena gusur dan Babe akhirnya memilih buat balik lagi jadi tukang jahit, supaya gue dan anak-anaknya yang lain bisa makan dan sekolah dengan baik. Di sela-sela kesibukannya, Babe masih sempet ngelayanin keinginan anak-anaknya buat main. Segala macem mainan bisa dia bikin – temen-temen gue sampe ngiri dulu, karena mainan buatan Babe kadang lebih hebat dari mainan yang dibeliin bapak-bapak mereka. Soal disiplin, Babe juga rada ‘streng’. Kalo anak-anaknya udah kelewatan nakal, gak segen-segen Babe ngegebuk kita. Satu-satunya kekurangan Babe mungkin cuma soal “&lt;i style=""&gt;showing affection&lt;/i&gt;”. Babe mungkin tipe jawara Betawi yang pantang bilang “sayang”. Tapi, pernah juga sih gue liat die nangis waktu gue sakit keras dan untuk bawa gue ke rumah sakit, dia harus rela ngejual harta simpanan kebanggaannya, 3 hektar sawah di Karawang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi mengingat cara Babe ngegedein gue, gue rasa gue udah punya ketiga persepsi umum tentang “&lt;i style=""&gt;fatherhood&lt;/i&gt;” di atas. Dengan teladan yang dikasih Babe sepanjang umurnya, gue mungkin akan bisa memainkan peran gue sebagai ayahnya Ara dengan baik. Tentunya dengan perbaikan dalam bidang “&lt;i style=""&gt;showing affection&lt;/i&gt;”. Untungnya, Ara adalah anak yang sangat &lt;i style=""&gt;affectionate&lt;/i&gt;, yang bisa dengan tiba-tiba ngedatengin gue dan Tia cuma untuk meluk dan bilang “Ara sayaaaaaang deh sama ayah dan mama” hanya untuk pergi lagi kembali main dengan mbak-nya.&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Langkah ketiga:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Build on tradition.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; Consider your roles and responsibilities as a father. Ask yourself which are most meaningful and pursue them to the best of your ability.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Gue rasa langkah ketiga ini udah tercakup dalam refleksi gua di atas. Kalo gue diminta buat nentuin mana yang paling penting artinya bagi gue, jawaban gue tentunya adalah kebahagiaan lahir batin untuk anak gue pada hari ini dan di waktu yang akan datang, dan saat ini gue sedang berupaya sebaik-baiknya untuk ngewujudin itu semua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Langkah keempat:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Respect your children's mother.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; Mutual respect between a child's parents is important whether or not the parents are married to one another. Children will mimic their parents' behavior. How you treat your child's mother will influence the way in which the child will view his or her own role when they become parents. Do not be afraid to stand up for your own views as a parent. They are equally as important and valuable as those of the child's mother who may or may not spend more time with the child.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Gue punya kebiasaan yang mungkin aneh kalo diliat orang lain. Setiap bangun tidur di pagi hari, gue dan Ara akan dulu-duluan cium mamanya (gue gak pernah menang, karena kalo gue menang Ara akan nangis sejadi-jadinya … hehehehehe!). Gue dan Tia berusaha untuk selalu keliatan rukun dan saling menyayangi di depan Ara (That’s not hard because we do love each other! Kapan kita terakhir berantem ya, ma? Gue lupa). Mungkin ini yang bikin Ara jadi begitu affectionate, bahkan sama benda mati sekali pun hehehehe ….. (Sayaaaaaang Andrian! – Hey, that’s a bolster, honey …No! This is Andrian, ayah …)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Langkah kelima:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Spend time with and take responsibility for your children.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; Some fathers miss opportunities to spend time with their kids because they have competing responsibilities or interests that may or may not benefit them. However, once the opportunity has passed, it's gone and you can't get it back. It goes so fast, so make the time the best that it can be. If you don't establish an intimacy with your children when they're young, it'll be difficult to catch up when they're older and still need your help and support.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Aduh! Langkah yang ini ngingetin gue sama lagunya ABBA yang dinyanyiin Agnetha, “&lt;i style=""&gt;Slipping Through My Fingers&lt;/i&gt;”. Jangan sampe aja ini kejadian sama gue. (&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=f-egAyrL8EE"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=f-egAyrL8EE&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk langkah-langkah berikutnya:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Be a teacher by both word and example.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Show affection.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Realize that a father's job is never done.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kayaknya udah ikutan disinggung di refleksi gue di atas. Mudah-mudahan dengan bekal ini, gue bisa jadi ayahnya Ara yang baik dan benar …. Amiiin!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-930381767156464330?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/930381767156464330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=930381767156464330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/930381767156464330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/930381767156464330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/11/on-being-good-father.html' title='On Being a Good Father'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/Rzvn0JLBpII/AAAAAAAAAAg/gJc_CTy-yuE/s72-c/Ara+%26+Ayah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-928524681830662635.post-1231911060270997661</id><published>2007-11-14T14:27:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T11:52:17.101+07:00</updated><title type='text'>30 April 2004</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu, Jum’at 30 April 2004, jam 3 pagi, Tia dengan panik ngebangunin gue. Ada air yang keluar dari selangkangannya, padahal waktu itu belum lagi genap 8 bulan dia hamil. Gue langsung samber hape dan dial nomor hape Bintari, sepupunya Tia yang kebetulan lagi ngambil spesialisasi Obstetri dan Ginekologi. Bintari bilang, ketuban Tia pecah. Gak mau ambil risiko, Bintari langsung ngajak Tia dan gue pergi ke RSIA Hermina Jatinegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di Hermina, Tia langsung di-rush ke ruang bersalin sementara suster jaga sibuk nelponin Dokter Hasnah Siregar, dokter yang secara rutin meriksain bayi di perut Tia. Beberapa alat dipasang di perut Tia buat memonitor keadaan bayi di dalemnya. Beberapa kali suster mencet bel yang ditempelin di perut Tia setiap kali grafik di layar monitor menurun. Dari bagian administrasi gue dapet informasi bahwa Dokter Hasnah akan mengeluarkan bayi dari perut Tia lewat jalan operasi dan dijadwalin operasinya jam 10 pagi. Bagian administrasi lalu minta gue buat ngurus masalah keuangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Namanya orang panik, pasti ada aja yang ketinggalan. Gue gak bawa duit! Dan gue gak mungkin balik ke Billy&amp;amp;Moon karena yang ada di RS cuma mertua gue yang saking paniknya sampe harus menghirup Ventolin beberapa kali. Untung aja di dompet gue ada keselip satu kartu kredit, masalah selesai untuk sementara. Gue gak tau gimana gue bias ngelunasin semua biaya operasi sebelom operasi dimulai tanpa harus ninggalin rumah sakit. Tuhan emang ada ternyata karena kira-kira jam 8 pagi, hape gue bunyi dan ternyata boss gue yang nyambung nanyain kenapa gue gak ke kantor. Ini mungkin emang cara Tuhan buat nolong bayi di dalem perut Tia. Boss gue dengan senang hati mao dateng ke Hermina sambil bawain duit CASH supaya Tia bisa segera dioperasi. (Duit itu dihitung sebagai pinjaman dan gue cicil tiap bulan sampe lunas – no interest! Hehehehe … Makasih Bu!).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Tia akhirnya masuk ke ruang operasi setelah Dokter Hasnah, yang terlambat karena jalanan macet, akhirnya sampe di Hermina dan dokter ahli anastesinya selesai sholat Jum’at. Selesai operasi, gue dicariin dokter Hasnah. Kata mertua gue, nama gue beberapa kali dipanggil lewat speaker. (Gue lagi nenangin diri waktu itu, nyusurin jalan di depan rumah sakit sambil komat-kamit baca semua doa yang gue bisa). Ternyata menurut dokter Hasnah, penyebab pecahnya ketuban Tia adalah myoma. Beliau kasih unjuk irisan myoma yang diangkat dari rahim Tia. (Maaan, that was big!) Sedihnya lagi, itu berarti gue harus kena charge tambahan untuk pengangkatan myoma itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(Gak ngerti gue … Lha kan perut dan rahim Tia juga sedang diedel-edel buat ngeluarin bayi, kok mereka nge-charge separuh biaya operasi CS untuk itu).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada hal yang gue seselin pada hari itu adalah bahwa gue gak bisa ngelantunin azan dan iqamat dengan sempurna ke kuping bayi gue, karena dia harus buru-buru dimasukin ke dalam inkubator. Berat bayi perempuan yang dikeluarin dari perut Tia cuma 1,7 kg. Itu pun langsung drop sampe 1.6 kg setelah hari pertama di inkubator. Gak kerasa air mata gue jatuh juga ngeliat bayi itu ditusuk-tusuk jarum di kaki kanan, monitor jantung di kaki kiri, serta selang oksigen dan selang susu di hidung. Gue langsung pergi dari ruang Perinatalogi tempat bayi gue dirawat buat nengokin Tia di ruang recovery. Di sana gue ngeliat pemandangan yang gak kalah “serem”. Tia gak juga sadar dan bibirnya udah biru. Tia emang punya masalah dengan tekanan darah, jadi efek anastesinya lebih lama hilangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;That’s it! Gue akhirnya gak tahan juga … Dalam satu hari, bisa jadi gue kehilangan dua mahluk yang paling gue sayangin di dunia ini, bayi gue dan ibunya. Gue lari ke musholla di dalam gedung Hermina. Selesai sholat Maghrib, gue berdoa sekhuysuk-khusyuknya kepada Allah SWT minta supaya mereka diselamatin. Ada hal aneh malam itu yang terjadi sama diri gue. Ketika gue lagi terisak-isak numpahin semua beban emosi, gue dikagetin oleh kehadiran seorang bocah perempuan berumur 2 tahunan. Bocah itu tanpa ragu-ragu ngajak gue bercanda dan maen ciluk-ba pake gorden pemisah yang ada di musholla itu. Mau gak mau gue, dengan mata sembab, akhirnya tersenyum ngeladenin bocah cantik itu. Gak lama setelah gue berhasil nguasain diri, bocah itu pergi menghampiri seorang laki-laki. Gue kelarin doa gue dan langsung keluar mencari bocah perempuan itu dan (mungkin) bapaknya. Maksudnya sih cuma mau bilang terima kasih. Tapi gue gak pernah berhasil nemuin mereka, padahal gue yakin sela waktu antara mereka pergi dari musholla dan gue keluar mencari mereka gak lebih dari satu menit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu gue jadi agak tenang buat ngejalanin semua yang harus gue jalanin. Tia baru bisa ngeliat bayi yang dikeluarin dari perutnya pada hari ketiga dia di rumah sakit. Kita berdua hanya bisa sedih setiap kali ibu yang tidur satu kamar dengan Tia didatengin oleh suster yang membawa bayinya untuk disusuin, sementara bayi kami berdua gak boleh dibawa kemana-mana. Kami pulang ke rumah pun tanpa bayi kami. Dokter Idham yang ngerawat bayi itu bilang anak kami baru boleh keluar kalau beratnya sudah mencapai minimal 2 kg.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu kami bolak-balik ke Hermina buat nganterin ASI. Itu pun kami hanya bisa ngeliat bayi kami untuk beberapa puluh menit aja. Karena alasan biaya, kami memindahkan bayi kami RSB Asih atas saran tantenya Tia, Dr. Rulina Suradi. Biaya perawatan di ruang Perinatalogi Hermina saat itu mencapai 1 juta per hari, sedang di RSB Asih kami hanya membayar 10%-nya saja (berkah KKN … Hehehehe …). Setiap malam sebelum tidur, gue dan Tia selalu berdoa demi kesehatan anak kami. Beberapa hari pertama, gue bahkan gak pernah bisa kelar baca surah Yaasin untuk dia, karena selalu aja gue jadi nangis tersedu-sedu mengingat bahwa anak kami terpisah jauh dari kami berdua, sendirian di dalam inkubator. Namun setelah menunggu selama satu bulan, akhirnya kami bisa menggendong bayi kami pulang ke rumah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;The amazing thing is that bayi yang kami beri nama &lt;b style=""&gt;Tiara Haliza Alfarani&lt;/b&gt; itu tumbuh sehat dan ketika dia berumur 2 tahun, Tiara bagaikan jelmaan bocah perempuan cantik yang ngajak gue bercanda di musholla RSIA Hermina ketika gue lagi menangis tersedu-sedu mengharap belas kasihan Allah SWT untuk anak dan istri gue. Ya, Dia emang Dzat yang maha pengasih dan penyayang. Here she is ...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/RzqkGRLIUgI/AAAAAAAAAAU/4o5JfVmCBYY/s1600-h/Smile+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 471px; height: 358px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/RzqkGRLIUgI/AAAAAAAAAAU/4o5JfVmCBYY/s320/Smile+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132595152938357250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/928524681830662635-1231911060270997661?l=ayahnyaara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/feeds/1231911060270997661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=928524681830662635&amp;postID=1231911060270997661' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1231911060270997661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/928524681830662635/posts/default/1231911060270997661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahnyaara.blogspot.com/2007/11/30-april-2004.html' title='30 April 2004'/><author><name>Ahmad Sofyan Jamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10059961356363908550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AJulinPBCRQ/RzqkGRLIUgI/AAAAAAAAAAU/4o5JfVmCBYY/s72-c/Smile+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
